UNAIR Sambut Maba Bidikmisi dengan Motivasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ratusan Calon Mahasiswa Baru Penerima Bidikmisi Bersama Orang Tua Saat Menerima Pengarahan Di Aula Garuda Mukti Gedung Rektorat UNAIR (Foto: Nuri Hermawan )

UNAIR NEWS – UNAIR kembali menyambut mahasiswa penerima bantuan pendidikan Bidikmisi yang lolos melalui jalur SNMPTN. Sebanyak 373 calon mahasiswa penerima bidikmisi tersebut diberi motivasi dan pengarahan mengenai bidikmisi di Aula Garuda Mukti.

“Acara sambutan untuk maba ini kami bagi menjadi dua hari yakni Rabu, 1 Juni dan Kamis, 2 Juni, hari pertama ada 187 dan hari kedua ada 186 calon mahasiswa baru bidikmisi,” ujar Tama selaku ketua panitia.

Acara yang juga menghadirkan orang tua atau wali mahasiswa tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor IV UNAIR, Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D. Pada sambutannya, ia mengatakan bahwa UNAIR sama sekali tidak pernah membedakan status ekonomi mahasiswa. Baik penerima beasiswa ataupun golongan dengan UKT tertinggi tetap diberikan fasilitas yang sama, baginya kesungguhan dan niatan masing-masing mahasiswa yang nantinya menentukan hasil yang berbeda.

“Bagi mahasiswa penerima bidikmisi tidak perlu khawatir, kesempatan belajar menggunakan fasilitas sama dengan mahasiswa yang bayar mahal sekalipun,” tegasnya.

Doktoral lulusan Universitas Hoshi tersebut juga menyampaikan, bahwa pentingnya peran orang tua untuk terus mendukung putra-putrinya, pasalnya peran dukungan tersebut amat menentukan keberlangsungan studi kedepannya.

“Pada periode wisuda, tidak sedikit mahasiswa yang menjadi lulusan berprestasi muncul dari anak-anak bidikmisi seperti kalian, tentunya orang tua juga berperan dalam hal ini,” tegasnya.

Menambahkan pernyataan Warek IV, Direktur Kemahasiswaan UNAIR, Dr. M. Hadi Shubhan., S.H., M.H., CN., mengungkapkan jika orang kaya ataupun anak pejabat yang bisa menempuh pendidikan tinggi itu merupakan hal yang lumrah.

“Jika yang bermodalkan bambu runcing ini bisa merdeka, artinya yang kecil bisa kuliah ini baru luar biasa,” ujarnya yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Hadi juga menjelaskan bahwa bidikmisi bukanlah kuliah secara gratis, melainkan kuliah yang pembayarannya ditanggung negara. Program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono tersebut memiliki misi utama yakni untuk memutus mata rantai kemiskinan.

“Biaya hidup, biaya kuliah, ini semua ditanggung negara dan harapannya bisa memutus mata rantai kemiskinan,” tuturnya.

Di penghujung acara, panitia menghadirkan Hudha Abdul Rahman, alumni penerima bidikmisi yang berprestasi, ia dihadirkan untuk menularkan semangat kepada semua hadirin. Alumnus Sastra Indonesia UNAIR yang kini tengah menempuh pendidikan S2 Sastra di Universitas Padjajaran Bandung tersebut menuturkan, bahwa pentingnya untuk bermimpi sejak awal kuliah dan memetakan target yang ingin digapai.

“Video yang saya putar ini silahkan dibayangkan, bahwa yang ada di gambar tersebut selanjutnya adalah kalian,” tegas Hudha yang juga merupakan mahasiswa penerima beasiswa LPDP. (*)

Penulis : Nuri Hermawan
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu