Perpustakaan UNAIR Kumpulkan Koleksi Buku Dosen dalam Satu Pojok

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rektor Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, saat peresmian SAGA, Kamis (2/6). (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Kini, Perpustakaan UNAIR memiliki satu pojok yang menjadi tempat koleksi buku yang ditulis oleh sivitas akademika UNAIR. Pojok baca bernama Satria Airlangga Corner (SAGA Corner) itu baru saja diresmikan di lantai dua Perpustakaan UNAIR Kampus B oleh Rektor Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, Kamis (2/6). Peresmian ini merupakan puncak dari serangkaian acara perayaan HUT ke-61 Perpustakaan UNAIR.

Peresmian itu disaksikan oleh Kepala Perpustakaan UNAIR Prof. Dr. I Made Narsa, SE., Ak, Rektor UNAIR periode 1984 – 1993 Prof. Dr. H.R. Soedarso Djojonegoro, dr., AIF, dan jajaran pimpinan UNAIR lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR mengatakan, perpustakaan merupakan gudang ilmu pengetahuan. Sehingga, salah satu faktor penentu kualitas perguruan tinggi bergantung pada keberadaan dan fungsi perpustakaan.

“Bahwa perpustakaan itu memiliki peran yang strategis dalam pengembangan universitas. Maju mundurnya universitas juga ditentukan oleh perpustakaan. Maka, perpustakaan merupakan gudangnya ilmu pengetahuan. Sehingga, kita akan lakukan banyak perbaikan. Dalam beberapa kasus, perguruan tinggi besar di dunia, pasti perpustakaannya juga bagus. Perpustakannya hebat pasti perguruan tingginya juga hebat,” tutur Prof. Nasih.

Prof. Nasih dalam sambutannya juga memuji kinerja pustakawan dan pimpinan Perpustakaan UNAIR. Menurutnya, perbaikan sarana prasarana perpustakaan sudah mulai banyak terlihat. Sampai saat ini, perbaikan infrastruktur yang terlihat diantaranya penambahan jumlah komputer untuk mengakses repositori, laman baru untuk mengakses repositori institusi UNAIR, hingga digitalisasi tempat penitipan barang pengunjung.

Dengan adanya SAGA Corner, Rektor UNAIR berharap akses ilmu pengetahuan terhadap sivitas akademika bisa lebih terbuka. “Sehingga kinerja dan prestasi sivitas akademika kita akan lebih terangkat,” pesan Prof. Nasih.

Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan dua papan prasasti tokoh inspiratif yang berisi ungkapan Prof. Nasih dan Prof. Soedarso. Ketika ditemui, Kepala Perpustakaan UNAIR, mengatakan bahwa pojok baca itu berisi seluruh buku karya sivitas akademika UNAIR.

“Baik yang diterbitkan di UNAIR ataupun yang diterbitkan di penerbit lainnya. Ada buku, pidato guru besar, maupun karya-karya lainnya. Prinsipnya, adalah pojok baca ini menampung seluruh karya sivitas akademika UNAIR, mulai dari dosen, mahasiswa, dan karyawan di lingkungan UNAIR,” tutur Prof. Narsa.

SAGA Corner terletak di lantai dua. Dulunya, ruangan ini digunakan untuk memuat jenis ‘Koleksi Khusus Buku I’ yang berisi buku fiksi maupun non-fiksi terbitan lima tahun terakhir. Saat ini, jumlah koleksi SAGA Corner berada di angka 443 judul. Karya-karya tersebut merupakan terbitan dari tahun 1974 sampai 2016. Untuk menambah kenyamanan pelanggan, SAGA Corner dilengkapi meja dan sofa.

Rektor UNAIR periode 1984 – 1993 Prof. Dr. H.R. Soedarso Djojonegoro, dr., AIF, saat peresmian SAGA, Kamis (2/6). (Foto: UNAIR NEWS)
Rektor UNAIR periode 1984 – 1993 Prof. Dr. H.R. Soedarso Djojonegoro, dr., AIF, saat peresmian SAGA, Kamis (2/6). (Foto: UNAIR NEWS)

Bedah buku

Setelah acara peresmian usai, acara dilanjutkan dengan bedah buku karya Prof. Soedarso, dan Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Badri Munir Soekoco, Ph.D. Keduanya merupakan pengajar di lingkungan UNAIR yang rutin menerbitkan berbagai karya penelitian. Kali ini, sivitas akademika berkesempatan untuk menghadiri bedah buku karya keduanya.

Pada bulan November 2015 lalu, Prof. Soedarso menerbitkan buku berjudul “Jalan Pengabdian: Catatan Seorang Dokter, Pendidik, dan Diplomat dalam Mencetak Generasi Bangsa”. Dalam kesempatan itu, Prof. Soedarso mengemukakan alasan yang mendasari dirinya menulis buku autobiografi.

Pada tahun 1997, ia masih bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Prancis. Di sela-sela penugasan itu, ia juga pernah diminta untuk menguji salah satu mahasiswa di luar negeri. “Dia mengucapkan terima kasih. Dia juga bilang ‘saya kagum dengan profesor’. Dia bertanya, bagaimana profesor berhasil menjadi rektor dan duta besar. Apa tidak sebaiknya bikin semacam memoar untuk menjadi inspirasi bagi kaum muda,” tuturnya.

Akhirnya, selepas itu ia membuat catatan-catatan penting dalam hidupnya. Pada tahun 2004, ia ditanyai oleh seorang gadis buta yang kala itu duduk di kelas VI sekolah dasar. “Apa kunci agar saya bisa sukses seperti Bapak?,” ujar Prof. Soedarso mengutip tanya gadis itu. Untuk meraih sukses, kata Prof. Soedarso, adalah dengan terus berusaha dan berdoa. Ia kemudian berpikir untuk membuat catatan-catatan penting menjadi sebuah buku setelah bertemu salah satu wartawan.

Ketua BPP UNAIR, Badri, juga membedah buku miliknya yang berjudul “Teori Strategi: Evolusi dan Evaluasi”. Buku yang terbit pada tahun 2015 dengan cover dominan putih itu mengulas tentang evolusi dan evaluasi manajemen strategi. Ada juga ulasan mengenai teori perilaku firma, organisasi industri, dan ekonomi organisasi. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu