Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Bernegara

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PARA pembicara dalam seminar memperingati “Hari Lahir Pancasila” di Fakultas Hukum UNAIR, Rabu (1/6) kemarin. (Foto: Binti Q.M)

UNAIR NEWS – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Fakultas Hukum Universitas Airlangga menggelar seminar dengan topik “Seminar Hari Pancasila: Pemantapan Nilai dan Pemupukan Amal Perbuatan Pancasila sebagai Modal Utama Bela Negara”, Rabu (1/6). Seminar ini merupakan kerjasama antara FH UNAIR, Mahkamah Konstitusi (MK), Kementerian Pertahanan, dan Klinik Pancasila.

Seminar dihadiri oleh Guru Besar bidang Hukum Tata Negara sekaligus Ketua MK periode 2008 – 2011 Prof. M. Mahfud MD, Kepala Pusat Diklat Kemenhan Beny Tasuryo, dan Direktur Klinik Pancasila Dody Susanto.

Nurul Barizah, S.H., LL.M., Ph.D., pelaksana tugas (Plt.) Dekan FH UNAIR mengatakan, pengamalan nilai-nilai Pancasila merupakan bagian dari bela negara. Pancasila memuat nilai-nilai yang dapat dijadikan panutan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Beny dari Kemenhan mengatakan, bela negara tidak harus dilakukan dengan mengangkat senjata. Di zaman ini, tindakan yang paling berpotensi merusak nilai-nilai Pancasila adalah perbuatan korupsi.

Sementara itu Prof. Mahfud MD, Ketua MK RI periode 2008 – 2011 juga menyetujui hal tersebut yang disampaikan Beny Tasuryo. “Musuh kita saat ini adalah koruptor dan penegak hukup yang tidak benar. Tegakkanlah hukum dengan benar, karena negara akan hancur kalau hukum tidak benar,” ujar Guru Besar asal Madura Jawa Timur ini.

Dody selaku Direktur Klinik Pancasila mengatakan, ada enam faktor yang menjadi musuh utama generasi bangsa saat ini. Keenam faktor tersebut yaitu food, fantasy, fun, fashion, filosofi, dan film. “Dari serangan “F-6” itu mengakibatkan kita mengalami virus peradaban namanya serangan nonstop. Narkoba, obat terlarang, nikotin, sara, terorisme, onar, dan pornografi,” ujar Dody.

Dari berbagai musuh utama yang dihadapi bangsa Indonesia tersebut, solusi yang ditawarkan Dody adalah kembali kepada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

“Kita tumbuhkan generasi bangga Pancasila. Bersama anak negeri kita amalkan Pancasila. Generasi bangga Pancasila dapat dimulai melalui tiga hal. Edukasi, simulasi, dan aksi. Edukasi dengan pembentukan kembali kurikulum mata kerja dan mata kuliah. Simulasi melalui klinik Pancasila. Sedangkan aksi mengamalkan Pancasila,” tutur Dody.

Setelah mengisi acara di FH UNAIR, Beny dan Dody menuju ke Kampus C UNAIR untuk mengisi acara seminar dengan konten materi yang tidak jauh berbeda. Dody mengingatkan agar mahasiswa UNAIR bisa mengemban amanah Pancasila sesuai dengan profesi masing-masing.

“Apabila menjadi dokter, jadilah dokter yang Pancasilais. Apabila menjadi akuntan, jadilah akuntan yang Pancasilais,” ujar Dody menambahkan. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu