Harmoni Angklung Jagir, Dari Jalanan Ke Panggung Pentas

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA. Bersama Anak-anak Harmoni Angklung Jagir Sesaat Setelah Pentas Di ACC UNAIR Kampus C. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Besar di tengah lingkungan yang marginal bukanlah pilihan, keadaanlah yang terkadang mengharuskan sebagian dari generasi bangsa ini harus hidup dalam kondisi yang tidak diinginkan. Namun tidak ada suatu hal tanpa hikmah, kondisi masyarakat terutama anak-anak yang tinggal di daerah marginal tersebut sering mengundang rasa kemanusiaan, tak terkecuali bagi  Wachidatu Qomariah, mahasiswa S1 Sastra Inggris FIB UNAIR tersebut merasa terpanggil untuk memberikan sebagian ilmunya kepada anak-anak yang tinggal di daerah Jagir Surabaya.

Bermula pada tahun 2015, Icha sapaan mahasiswa angkatan 2013 tersebut berangkat bersama rekan-rekan Urban Care Community untuk melakukan pengabdian masyarakat. Baginya, pengabdian tidak sekedar memberikan materi pelajaran, Icha yang memiliki kemampuan seni akhirnya membentuk sebuah grup musik angklung yang  bernama Harmoni Angklung Jagir.

“Untuk pengembangan anak-anak tidak sekedar pelajaran, salah satunya angklung ini, kebanyakan mereka kan anak jalanan yang pada umumnya bisa bermain gitar, jadi sengaja kami kenalkan musik tradisional,” jelasnya.

Bagi Icha, memberikan edukasi seni angklung tidaklah mudah, mulanya ia harus memberikan pengenalan kepada adik binaan mengenai alat musik angklung. Perlahan tapi pasti, selama hampir 3 bulan latihan rutin dalam dua kali tiap pekan akhirnya membuahkan hasil. Meski kerap merusak alat musik dan kerap bandel saat latihan, akhirnya anak-anak binaan yang tergabung dalam Harmoni Angklung Jagir pun siap berlaga di panggung.

“Untuk latihan kami memilih waktu sehabis magrib, selain saya sudah selesai kuliah dan adik-adik pun lebih fokus kalau malam, karena pagi sampai sore buat sekolah, ngaji, dan membantu orang tua,” jelasnya.

Selain mengisi acara di berbagai kegiatan di Surabaya, anak-anak binaan yang rata-rata masih seusia Sekolah Dasar (SD) tersebut juga sering mengisi panggung acara yang diadakan oleh sivitas akademika UNAIR. Setidaknya ada tiga lagu yang dipersembahkan saat pentas tengah berlangsung, mulai lagu-lagu nasional hingga lagu permintaan dari institusi yang mengundang, salah satunya Himne Airlangga.

Aksi Harmoni Angklung Jagir Di Panggung ACC UNAIR Kampus C. (Foto: UNAIR NEWS)
Aksi Harmoni Angklung Jagir Di Panggung ACC UNAIR Kampus C. (Foto: UNAIR NEWS)

“Kalau tampil di UNAIR sudah sering, mulai acara sekolah kebangsaaan MKWU, acara PPKK, di FH acara debat, dan acara rektorat lainnya,” tandasnya.

Ditemui setelah memandu pentas pada sebuah acara di Airlangga Convention Center (ACC) UNAIR beberapa pekan lalu, Icha berharap ke depannya kegiatan pengmas yang dilakukan oleh mahasiswa UNAIR bisa semakin berkembang dan luas. Ia juga menuturkan kesulitan dalam mencari kader penerus dirinya, begitupun sesudah dirinya lulus kuliah. Padahal, pengabdian tersebut selain mendidik juga bisa mengubah nasib hidup adik-adik binaan.

“Dengan adanya komunitas ini, adik-adik penghidupannya tidak lagi bergantung pada ngamen tapi juga melalui pentas angklung ini,”tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa dana yang terkumpul sama sekali tidak ada yang masuk di kantong mahasiswa semester enam tersebut. Dana ataupun donasi yang didapat selalu digunakan untuk kepentingan tim Harmoni Angklung Jagir.

“Jadi saat dapat uang dari pentas, kami gunakan untuk beli seragam, memperbaiki alat-alat, dan keperluan lainnya,” imbuhnya.

Diakhir wawancara, Icha merasa bangga bisa bertemu dan mendidik mereka, selain itu ia juga menekankan bahwa penting bagi pemuda khususnya mahasiswa untuk mengikuti kegiatan sosial apapun untuk membawa perubahan bagi masyarakat. Kepuasan Icha tidak berhenti disitu, respon positif dari keluarga anak-anak binaannya kerap didapat dan hal itulah yang menjadi pemacu baginya untuk terus berkarya.

“Banyak keluarga adik-adik yang sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri memberikan tanggapan yang baik, mereka tidak menyangka bahwa anak-anaknya bisa seperti sekarang,” pungkasnya. (*)

Penulis  : Nuri Hermawan
Editor    : Dilan Salsabila

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu