Tahun 2017, Repositori Baru UNAIR Siap Digunakan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana Perpustakaan Kampus C UNAIR. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Perpustakaan Universitas Airlangga siap meluncurkan repositori institusi (IR) terbaru kepada sivitas akademika. Rencananya, IR akan siap diakses sepenuhnya oleh sivitas akademika UNAIR pada tahun 2017.

Sejak bulan April tahun 2016, Perpustakaan UNAIR telah meluncurkan laman repositori UNAIR baru yang bisa diakses di repository.unair.ac.id. Menurut Kepala Perpustakaan UNAIR, Prof. Dr. I Made Narsa, S.E., M.Si., Ak, laman baru ini diluncurkan untuk menjawab kebutuhan lembaga dan tantangan perkembangan teknologi informasi saat ini. Dengan adanya laman baru repositori, artikel penelitian lebih mudah dideteksi oleh publik dan lembaga pemeringkat.

“Untuk memudahkan deteksi, maka kita munculkan ke muka. Jadilah repository.unair.ac.id, sehingga deteksinya lebih cepat oleh lembaga-lembaga pemeringkat. Kita sudah luncurkan pada bulan April 2016,” tutur Kepala Perpustakaan UNAIR.

Selama ini, IR berada pada sub-domain adln.lib.unair.ac.id. IR dikelola dengan aplikasi Ganesha Digital Library (GDL). GDL Perpustakaan UNAIR yang dibentuk sejak tahun 2005 hingga 2015 dan berisikan 43.986 konten lokal universitas. Jumlah konten itu terdiri dari 13 jenis karya ilmiah, seperti jurnal penelitian, laporan praktik kuliah lapangan, artikel proceeding, skripsi, tesis, dan disertasi. Konten tersebut didominasi oleh skripsi yang jumlahnya mencapai 28.976 buah.

Prof. Narsa mengatakan, aplikasi GDL saat ini sudah tidak kompatibel dengan kebutuhan perpustakaan. Sehingga, muatan konten dalam GDL itu akan dimigrasikan ke aplikasi repositori baru bernama E-prints. Ke depan, E-prints inilah yang nantinya memuat puluhan ribu konten yang sebelumnya dimuat di GDL.

Untuk mempermudah migrasi konten dari aplikasi lama ke baru, mulai tahun 2016, karya ilmiah yang masuk sudah dialihkan ke repositori yang baru. Sampai artikel ini diturunkan, jumlah keseluruhan konten yang sudah dimuat di repositori sebanyak 1.649 buah.

Selain itu, guna melengkapi dan menambah koleksi repositori, pihak Perpustakaan UNAIR telah berkoordinasi dengan Direktorat Pendidikan. Pihak Perpustakaan UNAIR mewajibkan syarat lulus yudisium bagi mahasiswa untuk menyerahkan tugas akhir penelitian sesuai dengan standar yang berlaku ke tim Perpustakaan UNAIR.

“Selama ini permasalahannya, banyak karya-karya mahasiswa yang tidak diserahkan ke Perpustakaan UNAIR. Tapi sekarang, saya sudah berkoordinasi dan meminta Direktur Pendidikanuntuk memasukkan serah simpan karya ilmiah dan bebas pustaka sebagai salah satu persyaratan wisuda. Untuk mendapatkan surat bebas perpus (perpustakaan), dia harus menyerahkan skripsi (dan tugas akhir penelitian lainnya) dalam bentuk cetak dan softcopy,” tutur Prof. Narsa.

Ke depan, Perpustakaan UNAIR berencana agar mahasiswa dapat melakukan unggah file tugas akhir secara mandiri. Untuk itu, Kepala Perpustakaan UNAIR itu juga sudah berkoordinasi secara intensif dengan pihak ruang baca, departemen, dan program studi.

“Kita inginnya mahasiswa bisa upload mandiri. Departemen atau jurusan tinggal memverifikasi. Kalau sudah memenuhi syarat, perpus tinggal approved. Tinggal kita beri bukti surat bebas,” ujar Guru Besar bidang Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNAIR. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu