Cak Nun didampingi oleh Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, saat mengisi Tadabbur Kebangsaan Kamis (26/5) (Foto: Alifian Sukma)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mewujudkan mimpi untuk menembus peringkat 500 besar kampus top dunia tidak hanya dilakukan melalui berbagai kegiatan internasional, tetapi juga kegiatan lokal. Hal ini dibuktikan dengan ratusan orang yang berkumpul di halaman depan Kantor Manajemen Universitas Airlangga pada Kamis malam (26/5). Mereka rela menyemut dan menghabiskan malam Jumat demi menyaksikan acara ‘Tadabbur Kebangsaan bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng’.

Ditemani dengan sajian polo pendem dan segelas kopi hangat, mereka menyaksikan para artis yang berbagi panggung. Diantaranya adalah Sapto Band dan Kiai Kanjeng. Mereka menyanyikan lagu-lagu religi, pop Indonesia hingga Barat.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan di lingkungan UNAIR, mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar Surabaya. Dipandu oleh Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR, Drs. Suko Widodo, M.Si, acara berlangsung cair antara sivitas akademika UNAIR dan masyarakat sekitar.

“Sekarang ini tidak kelihatan antara mana yang pejabat dan mahasiswa karena semuanya melebur jadi satu,” tutur Suko.

Mengawali acara malam itu, Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, mengajak hadirin untuk membicarakan persoalan kebangsaan. “Kita berbicara soal kebangsaan, membicarakan kesenjangan sosial yang kian melebar di masyarakat kita,” tutur Rektor UNAIR.

Selain menyampaikan perihal kebangsaan, Rektor UNAIR mengingatkan pentingnya mendapat hikmah dari proses pencarian ilmu pengetahuan. “Selalu ingat bahwa di atas ilmu itu ada hikmah,” tegas Prof. Nasih.

Menanggapi hal tersebut, Cak Nun juga memaparkan pentingnya mendapatkan hikmah ilmu pengetahuan. Ia juga mengajak para hadirin agar malam tersebut bisa benar-benar memperoleh hikmah sebagai bekal selepas tadabbur. “Kalau hanya sekedar ilmu, orang kuliah seminggu sudah cukup, tapi pentingnya hikmah ini,” jelasnya sembari diiringi gelegar tawa para hadirin.

Peserta Tadabbur Kebangsaan padati halaman depan Kantor Manajemen Universitas Airlangga, Kamis (26/5) (Foto: Alifian Sukma)
Peserta Tadabbur Kebangsaan padati halaman depan Kantor Manajemen Universitas Airlangga, Kamis (26/5) (Foto: Alifian Sukma)

Acara yang berlangsung sekitar lima jam tersebut diikuti oleh seluruh peserta dengan antusias. Di tengah acara, Cak Nun mengundang beberapa peserta untuk mengungkapkan segala hal yang sedang dirisaukan. Mulai dari kegelisahannya tentang kondisi bangsa, nasib pemuda, problematika umat, hingga persoalan pribadi.

Menanggapi hal itu, Cak Nun menegaskan pentingnya seseorang untuk mengetahui kausalitas peristiwa. Selain itu, Cak Nun juga menekankan rasa kemanusiaan selama di dunia.

“Jangan sampai jabatan ini melupakan hakikat kalian menjadi manusia yang sesungguhnya,” tegasnya.

Waktu pun terus berjalan hingga menunjukkan pukul dua dini hari, namun penonton tetap antusias mengikuti acara hingga akhir. Sebelum bintang tamu meninggalkan lokasi, sebagian besar hadirin berkesempatan untuk menjabat tangan dengan Rektor, Cak Nun, dan Kiai Kanjeng. (*)

Penulis : Defrina Sukma S.
Editor    : Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).