Menebar Harapan Mahasiswa ke Kampus Negeri Sakura

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mia Hernawati, A.Md., saat mempresentasikan program Kumamoto University dihadapan Dosen dan Mahasiswa Universitas Airlangga. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Mendapatkan kesempatan untuk belajar di negeri orang memang susah, selain persyaratannya yang tidak sedikit, faktor bahasa juga bisa jadi penghambat. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Mia Hernawati, A.Md., dalam kunjungannya ketika mempresentasikan program Universitas Kumamoto di Aula Kahuripan, Manajemen UNAIR, Jumat (27/5).

“Kalau diantara kalian ada yang mau kuliah di luar negeri maka harus pintar bahasa Inggris. Memang susah, karena sangat kompetitif,” ujar Liaison Officer Universitas Kumamoto di hadapan hadirin.

Banyak program unggulan yang ditawarkan oleh Universitas Kumamoto. Mia mengatakan, program yang paling cocok bagi mahasiswa Indonesia adalah program short-term exchange selama 6 hingga 12 bulan untuk jenjang sarjana, magister, dan doktoral. Ada juga summer program dan spring program.

Dalam kesempatan tersebut, Mia yang sudah dua kali menjalani kunjungan di Universitas Kumamoto, memperkenalkan program-program pada kampus yang berdiri tahun 1949 ke mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Jepang. Ia mengatakan, persyaratan untuk mengikuti program tersebut  terbilang tidak mudah.

“Untuk syaratnya, IPK (indeks prestasi kumulatif) kalian harus diatas 3,30. Sedangkan untuk nilai TOEFL (Test of English as a Foreign Language,- red) harus diatas 500 poin,” jelasnya.

Walau demikian, persyaratan tersebut dianggap tidak menjadi masalah bagi mahasiswa Indonesia. Nyatanya, jumlah mahasiswa Indonesia yang sedang mengikuti program di Universitas Kumamoto menduduki peringkat ketiga terbanyak setelah Tiongkok dan Korea Selatan.

“Teman-teman kita yang studi di sana itu kurang lebih 70 orang, sehingga teman-teman nggak perlu khawatir, karena nanti akan dibantu oleh teman-teman yang sudah duluan mengikuti program di Kumamoto,” terang Mia.

Diakhir pemaparan, ia berharap agar ke depan lebih banyak mahasiswa  Indonesia yang pergi untuk melanjutkan studi ke luar negeri khususnya ke Universitas Kumamoto. “Jika ada teman-teman dari kalangan dosen ataupun mahasiswa yang mau mengikuti program dari Universitas Kumamoto semoga tercapai, dan tetap berusaha,” pungkas Mia sembari mengakhiri presentasinya di hadapan hadirin. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu