UNAIR Rintis Kerjasama dengan SKK Migas

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Paul Kent memberikan pemaparan tentang ‘Sinergi Energi ExxonMobil Cepu Limited’ kepada mahasiswa UNAIR, Rabu (25/5), di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Komitmen sivitas akademika Universitas Airlangga (UNAIR) untuk menembus peringkat 500 perguruan tinggi top dunia kian ditunjukkan. Upaya ini ditunjukkan melalui rintisan kerjasama antara UNAIR dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Pihak SKK Migas mengajak ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) untuk memberikan kuliah tamu bertajuk ‘Sinergi Energi ExxonMobil Cepu Limited’ kepada mahasiswa UNAIR, Rabu (25/5). Bertempat di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR, Ketua Perwakilan Jawa, Bali, Madura, Nusa Tenggara (Jabanusa) SKK Migas Ali Mashyar bersama dengan Manajer Aset EMCL Paul Kent hadir untuk memberikan materi kepada peserta.

Ketua Jabanusa SKK Migas menjelaskan, sektor migas merupakan sektor penting yang menyokong banyak sektor lainnya di Jawa Timur. Untuk mendukung kebutuhan energi di masa-masa selanjutnya, sektor migas perlu diperkuat oleh lulusan-lulusan handal perguruan tinggi, termasuk UNAIR. Menurut Ali, sektor migas juga perlu diperkuat dari sisi non-teknisi.

“Disilpin ilmu yang ada di UNAIR juga sangat dibutuhkan dalam pengembangan migas saat ini. Kita butuh diperkuat dari sisi non-engineering seperti kemampuan komunikasi, manajemen, pengembangan sumber daya manusia, dan sebagainya. Kalau ada permasalahan dengan masyarakat sekitar, kan tidak mungkin kalau yang menyelesaikan adalah insinyur. Karena itulah, kami butuh Anda,” tutur Ali.

Paul Kent, praktisi migas yang juga manajer di EMCL, turut memberikan pemahaman pada peserta tentang gambaran umum pekerjaan di perusahaan migas yang berlokasi di Cepu itu. Paul becerita tentang prinsip produksi migas EMCL, manajemen sumber daya manusia, hingga tanggung jawab sosial.

Wakil Rektor I UNAIR, Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM, merasa senang dengan adanya kegiatan kuliah umum dengan SKK Migas. Ia optimis kerjasama yang akan dirintis UNAIR dan SKK Migas bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Ini adalah upaya kami untuk merintis jalur kerjasama dengan banyak korporasi, yaitu dengan jalan mengenalkan UNAIR ke SKK Migas ataupun sebaliknya. Sehingga ke depannya, akan ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan membantu pengembangan kualitas mahasiswa UNAIR bersama SKK Migas, terkait karir dan sebagainya. Tentu saja, untuk meningkatkan kualitas UNAIR di kancah internasional juga,” tutur Prof. Djoko.

Sebelumnya, Didik Sasono Setyadi yang juga Senior Manager of Formalities SKK Migas juga memberikan pemaparan tentang kebutuhan energi masa depan. Pemaparan yang dilakukan Didik yang juga alumni Fakultas Hukum UNAIR ini memberikan pemaparan kepada mahasiswa UNAIR. (*)

Penulis: Okky Putri Rahayu
Editor: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu