AcSES Motivasi Entrepeneur Muda Melalui Seminar Bisnis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dr. Muhamad Nafik Hadi Ryandono, SE., M.Si, (Tengah) Bersama Kedua Materi Seminar Bisnis Bertajuk “Bright Your Future Become Moeslem Entrepreneur”. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mental menjadi wirausahawan harus dibangun sejak dini, itulah yang menjadi landasan Organisasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, AcSES (Association of Sharia Economics Studies) menggelar Seminar Bisnis yang bertajuk “Bright Your Future Become Moeslem Entrepreneur”, Sabtu (21/05). Bertempat di Aula Fadjar FEB UNAIR. Acara tersebut dihadiri oleh dosen sekaligus pengusaha, Dr. Muhamad Nafik Hadi Ryandono, SE., M.Si, Owner Jatinom, Indah  Hidayatur Rahman, dan Owner Falle Corporation, Andy Suryansyah, S.ST.

Dosen Ekonomi Islam UNAIR, Dr. Muhamad Nafik Hadi Ryandono, SE., M.Si, menjelaskan bawa kiblat bagi muslim yang ingin menjalankan bisnis tentunya adalah Nabi Muhammad, konsep kejujuran dan profesionalitas selalu diterapkannya. Selain itu, berwirausaha adalah profesi yang digeluti oleh Nabi Muhammad SAW sejak masih muda, bahkan Rasulullah sudah dikenal di belahan dunia berkat keahlian dan kejujurannya dalam berdagang.

“Berbisnis merupakan jalan yang ditempuh oleh Nabi Muhammad SAW bahkan sejak dari umur 6 tahun, Rasulullah sudah mengembala kambing milik pamannya dengan menggunakan sistem bagi hasil. Ketika umur 18 tahun, Nabi sudah menjadi konglomerat tingkat dunia,” tuturnya.

Menambahkan pernyataan Nafik, Owner Jatinom Hidayatur Rahman menjelaskan bahwa dalam menjalankan sebuah bisnis, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengawalinya dengan niatan ibadah. Baginya niat menjalankan bisnis untuk beribadah kepada Allah SWT akan menemui banyak kelebihan, ketika bisnis yang dijalankan mengalami kerugian maka tidak akan kecewa apalagi putus asa, jika untung tentu syukur akan menyertai.

“Sebelum menjalankan bisnis, kita harus niatkan hanya untuk beribadah kepada Allah, karena dengan demikian bisnis yang kita jalankan akan selalu dalam penjagaan-Nya,” ujarnya.

Owner Jatinom yang akrab disapa Dayat tersebut juga menambahkan, bahwa yang terpenting di dalam berbisnis adalah harus dimulai dari pasar. Ia menekankan, bahwa dengan mengetahui pasar akan memudahkan pebisnis untuk tahu produk yang dinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat, dengan demikian produk tersebut dapat terjual.

“Jangan memulai bisnis dengan membuat produknya tanpa survei pasarnya, hal itulah yang membuat produk tidak laku terjual,” tandasnya.

Melengkapi penjelasan kedua pemateri yang hadir, Pungkas Andy Suryansyah, S.ST selaku Owner Falle Corporation, menjelaskan bahwa kendala yang dialami oleh para mahasiswa untuk berbisnis biasanya terkait dengan modal. Namun, baginya hal tersebut dapat diatasi dengan mengikuti berbagai perlombaan seperti Business Plan atau PKM yang diselenggarakan oleh Dikti.

“Masalah klasik yang dialami oleh para mahasiswa yang ingin berbisnis pastinya adalah terkait modal. Hal itu mudah sekali, apalagi kita sebagai kaum mahasiswa yang terdidik. Ikut saja Bisnis Plan atau PKM yang dilaksanakan oleh Dikti. Jika menang hadiahnya dapat digunakan sebagai modal,” tegasnya. (*)

Penulis : Pito Budi Prasetyo
Editor    : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu