Ide Menarik dari Kampus Unggulan Negeri Kanguru

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Delegasi Universitas Airlangga saat berkunjung ke Universitas of Western Australia (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Kampus tua yang kaya dengan nilai historis menarik untuk diceritakan. Termasuk keberadaan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Universitas of Western Australia (UWA). Sebagai kampus tua yang sama-sama telah berumur lebih dari seabad ini, kedua kampus tersebut menyimpan pesona tersendiri.

Baru-baru ini, Wakil Dekan III FK UNAIR Prof. Dr. Ni Made Mertaniasih, dr., MS., Sp.MK(K) bersama Ketua Unit International Office and Partnership (IOP) FK UNAIR Linda Dewanti, dr., MKes., MHSc.,  Ph.D berkesempatan berkunjung ke Universitas of Western Australia.

Selama di sana, mereka berkeliling ke sejumlah tempat penting. Menariknya, ada banyak fasilitas akadamik dan penunjang aktivitas belajar di sana yang dapat diadaptasi di UNAIR. Kesemuanya mereka abadikan dalam sebuah catatan perjalanan. Berikut cerita pengalaman Prof. Mertaniasih dan dokter Linda selengkapnya:

Cerita dari Universitas Australia Barat (UWA)

Sebagaimana kampus lainnya, Universitas Airlangga dipandang sebagai mitra yang potensial bagi Universitas Australia Barat (UWA). Dalam kesempatan khusus, UWA mengundang delegasi FK UNAIR sebagai perwakilan delegasi dari Indonesia bersama sepuluh delegasi lainnya dari Inggris, Jerman, Spanyol, Brazil, Jepang  untuk berkunjung dan bergabung dalam ‘partnersday program’ di UWA, Perth, Australia.

Kedatangan kami di UWA rupanya bebarengan dengan perayaan O’Day Festival. Yakni sebuah event seperti pesta selamat datang terbesar yang diselenggarakan oleh sebuah perkumpulan untuk mahasiswa baru. Ada satu tempat berkumpulnya klub dari berbagai fakultas dan berbagai komunitas. Di sana, mereka menyediakan informasi dan pameran seputar program kegiatan yang bisa diikuti oleh mahasiswa.

Acara tersebut memang diperuntukkan bagi para mahasiswa baru sebelum memulai kuliah semester pertama. Para mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya, bahasa dan ras dapat menikmati acara pameran yang dikemas menarik diiringi penampilan grup musik, wisata kuliner, dan bagi-bagi hadiah.

Berkeliling menikmati sekitaran kampus UWA memberikan keasyikan tersendiri. Dalam sejarahnya, kampus tua yang berdiri sejak tahun 1911 itu memiliki pesona bangunan klasik. UWA memelihara bangunan kuno dengan ukiran arsitektur yang eksotis. Ruang terbuka UWA ditumbuhi banyak pepohonan rindang sehingga tercipta suasana sejuk. Pemandangan elok kian lengkap karena mereka juga memelihara binatang khas seperti burung merak di salah satu bangunan, dan angsa di kolam depan utama gedung kampus.

Konsep lingkungan asri yang dipertahankan di UWA membawa keuntungan dari segala aspek. Meskipun UWA terletak di daerah pinggiran kota Perth, hal itu justru menguntungkan bagi para mahasiswa yang mendambakan suasana belajar yang tenang, nyaman, serta jauh dari keramaian. Bayangkan betapa menyenangkannya belajar sembari menikmati semilir sejuknya angin perbukitan, kicauan burung, serta sejuknya pemandangan hijau di sekitar.

Fasilitas umum terbaik

Dalam perkembangannya, UWA memiliki sembilan fakultas, termasuk fakultas kedokteran. Sekadar informasi, UWA merupakan perguruan tinggi pertama di Australia Barat dan menduduki peringkat perguruan tinggi top 100 dunia.

Pencapaian tersebut tak lepas dari kualitas berbagai aspek pendukung. Seperti penyediaan fasilitas dan akomodasi yang dirancang agar dapat menunjang segala keperluan mahasiswa dan para tamu. Dan tampaknya, UWA telah menyediakan berbagai fasilitas tersebut secara memadai.

Di gerbang utama UWA, para pengunjung UWA akan menemukan mesin ‘Help Point’ yang terhubung dengan pusat informasi. Dengan mesin itu, para tamu dapat bertanya dan memperoleh informasi secara langsung melalui ‘Help Point’.

Di setiap perempatan atau persimpangan jalan, ada banyak rambu dan peta untuk menuju setiap bangunan, departemen bahkan fakultas. Ruang terbuka kampus juga begitu luas. Hijau, nyaman dan bersih sehingga semua orang merasa nyaman berada disana.

Di pintu masuk perpustakaan, ada pusat informasi dengan tanda ‘ASK’ untuk menyambut setiap orang yang membutuhkan informasi. Di dekat pintu keluar, ada kotak khusus untuk pengembalian buku yang dianggap sebagai ‘Koleksi buku yang paling dicari’ untuk menghindari salah taruh buku.

Perpustakaan itu menerapkan “mobile shelving” (rak bergerak) yang berarti semua rak buku bisa dipindahkan dengan mudah sehingga lebih banyak rak bisa disimpan. Dengan demikian, maka pemanfaatan area ruangan perpustakaan jadi lebih efisien. ‘Parents room’ juga tersedia di perpustakaan.

Selain kenyamanan di area perpus, kantin di sana juga menawarkan kenyamanan serupa. Dengan area bangunan yang cukup luas, kantin di sana menyediakan bermacam menu yang menggugah selera, pelayanan mandiri, dan menerapkan sistem satu harga untuk semua menu makanan. Fasilitas menyenangkan semacam itu menjadikan kantin sebagai tempat favorit berkumpul para mahasiswa sambil bersantap siang. Sekeliling kantin juga didesain meriah. Disekelilingnya dipasang banyak bendera dari negara-negara mitra atau asal negara dari setiap mahasiswa UWA.

UWA juga menyediakan tiga jenis asrama untuk mahasiswanya. Mulai dari asrama yang paling sederhana hingga mewah dengan kapasitas hingga 500 mahasiswa. Asrama berlokasi di kampus dan dilengkapi dengan fasilitas hiburan sepeti biliar, games, dan tenis meja. Ada pula fasilitas olahraga yang disediakan oleh UWA.

Di seberang kampus, berdiri sebuah hotel kampus yang menyediakan akomodasi untuk para tamu universitas dan keluarga mahasiswa. Staf hotel UWA adalah para mahasiswa UWA yang sedang bekerja paruh waktu.

Di UWA juga terdapat banyak tempat-tempat lainnya yang menarik, seperti museum seni, gedung teater, fasilitas olahraga, pojok alumni, dan social groups. Alumni dan pendonor yang berjasa cukup dihargai. Nama mereka dicatat di dalam ataupun di luar bangunan kampus. Termasuk tiga peraih nobel Laureate seperti Professor Barry Marshall di bidang Fisiologi (tahun raih 2015), Professor Brian Schmidt di bidang Fisika (2011), dan Robin Warrem di bidang Kedokteran (2005).

Satu lagi yang menarik. Keberadaan bangunan kampus yang klasik di sana juga dikelola dan dibuka untuk umum. Oleh karenanya unit bisnis UWA menyediakan paket pernikahan bagi masyarakat umum.

Gedung klasik yang telah berusia ratusan tahun ini memang tampak begitu menarik. Koridor gedung dikelilingi pilar tinggi nan menjulang menjadikannya sebagai lokasi favorit pemotretan acara pernikahan. Karena keindahan bangunan tersebut, menjadikan kampus UWA sebagai tempat paling terkenal sebagai tempat penyelenggarakaan pernikahan di Perth. (*)

Penulis: Sefya Hayu, Prof. Dr. Ni Made Mertaniasih, dr., MS., Sp.MK(K) dan Linda Dewanti, dr., MKes., MHSc.,  Ph.D.
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu