Dua Tim UNAIR Raih Jawara Lomba Debat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dua Tim Debat UNAIR sesaat setelah penganugerahan pemenang lomba di kampus Unmer Pasuruan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mewakili almamater dalam sebuah kompetisi merupakan kebanggan tersendiri, apalagi ketika pulang dengan membawa predikat juara. Itulah yang dirasakan Inka Islamiyah (Sastra Indonesia 2013), Akhmad Mukhlason (Sastra Indonesia 2012), Yeni Masfiyah (Sastra Indonesia 2013) FIB Universitas Airlangga.

Ketiganya merupakan tim juara I lomba debat yang digelar di Universitas Merdeka Pasuruan. Selain mereka ada satu tim UNAIR lagi yang meraih juara III. Satu tim lagi itu terdiri dari Rizki Ariyo Guntoro (Ilmu hukum 2013), Muhammad Fahmi Abdillah (Ilmu Hukum 2013), dan Febriana Nadapdap (Ilmu Hukum 2013). Kedua tim itu berhasil menyingkirkan 25 tim dalam seleksi paper dan mengalahkan delapan tim di babak penyisihan.

Kompetisi debat dalam rangka Dies Natalis ke-31 Unmer Pasuruan ini mereka ikuti dengan berbagai persiapan. Saat ditemui di gazebo FIB UNAIR, Inka menjelaskan, ada beberapa kesulitan yang dihadapi sebelum bertanding. Pasalnya selain ia dan tim baru saja datang dari Kalimantan untuk mengikuti kompetisi yang sama, mosi yang diberikan panitia dari awal hingga akhir adalah impromtu dan hanya diberi waktu 15 menit untuk menyusun argumen.

”Mau tidak mau ya kami harus belajar dengan waktu yang singkat itu, tapi alhamdulillah kami sudah mencetak materi sejak awal, jadi bisa membantu,” jelasnya.

Senada dengan Inka, Rizki Ario Guntoro juga menjelaskan beberapa kesiapan yang mirip dengan tim Inka. Hanya saja ia menekankan pentingnya bekal wawasan dengan banyak membaca dan mengelola opini dari bacaan yang sudah didapat.

“Debat itu kan konsen dengan public speaking, jadi ya harus banyak membaca, apalagi jika ada mosi seperti itu. Jadi kalau sudah banyak membaca bisa mengelola opini dari bacaan tersebut,” jelasnya.

Ditanya harapannya ke depan mengenai dunia debat di UNAIR, keduanya memiliki pendapat berbeda. Belajar dari debat yang mengusung tema Revoluasi Budaya Generasi Muda tersebut Inka mengatakan bahwa pentingya ada regenarasi dari senior ke junior. Hal ini agar mahasiswa yang memiliki bakat dan kompetensi dalam berolah wacana bisa merasakan pengalaman yang sama.

“Regenerasi itu penting sekali, agar setiap pengajuan izin ke pihak kampus biar tidak anak itu-itu saja, dan semoga dengan banyaknya juara yang kami raih bisa memotivasi,” imbuhnya.

Rizki juga memiliki harapan tersendiri,  ia lebih menekankan pentingnya ada sebuah wadah bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan public speaking yang bagus untuk dibina dalam sebuah unit.

“Saya berharap untuk debat ada pengkaderan yang jelas, ke depan semoga bisa dibentuk di lembaga semacam UKM,” pungkasnya. (*)

Penulis : Nuri Hermawan
Editor    : Bambang ES

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu