PPJPI UNAIR Genjot Publikasi Jurnal Bereputasi Internasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes (paling kanan), saat memberikan pendampingan akreditasi I Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Penelitian yang terpublikasi pada jurnal bereputasi adalah bagian dari membangun reputasi akademik perguruan tinggi kelas dunia. Inilah yang mendorong Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi Ilmiah (PPJPI) Universitas Airlangga untuk terus memberikan bimbingan kepada para pengelola jurnal tiap fakultas di lingkungan UNAIR.

“UNAIR kan punya target pada 2019 harus masuk peringkat 500 besar kampus di dunia, dan salah satu faktor yang dilihat adalah publikasi jurnal ilmiahnya,” ujar Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes, selaku Ketua PPJPI UNAIR.

Menurut drg. Yanti, sapaan akrabnya, untuk mempercepat publikasi internasional, PPJPI UNAIR memberikan rangkaian pelatihan kepada para pengelola jurnal supaya dapat memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Sebagian program PPJPI UNAIR telah dilaksanakan pada Maret hingga April, meliputi lokakarya pembuatan Digital Object Identifier dan metadata artikel pada Kamis (3/3), workshop manajemen jurnal pada Sabtu, (19/3), pelatihan layout sebuah artikel pada tanggal 19-22 April, dan pencegahan plagiarism pada Jumat, (29/4). Program tersebut merupakan program rutin dari PPJPI, bagi jurnal yang memang berpotensi untuk diterbitkan akan mendapatkan bimbingan langsung oleh PPJPI.

“Itu adalah program rutin kami secara umum. Semua pengelola jurnal kita undang. Nanti untuk jurnal yang sudah terakreditasi dan mau reakreditasi, dia akan dapat treatment khusus salah satunya adalah pendampingan secara khusus,” terang drg. Yanti.

Publikasi jurnal internasional menuntut kerja keras dari para pengelola untuk terus memperbaiki kualitas jurnal. Staf pengajar pada program studi Teknobiomedik, Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR, berharap, percepatan publikasi artikel ilmiah ke jurnal internasional harus diprioritaskan. Pasalnya, pimpinan UNAIR menargetkan 307 artikel terindeks internasional.

“Perjalanan kita sudah hampir separuhnya, tapi artikel kita yang terindeks Scopus (lembaga pengindeks internasional –red) masih di angka 53. Kita sangat mengharapkan dukungan dari sivitas akademika,” terangnya. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu