(Dari kiri) Ketiga pembicara kuliah inspiratif Wakil Dekan II FK UNAIR Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG, pengusaha dan dokter muda Luqman Hakim Andira, S.Ked, dan Ketua BEM FK UNAIR periode sebelumnya Miftahurahman Taufiq. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Ada banyak pilihan dalam hidup, termasuk menentukan jalan masa depan. Kenyataannya, sebagian orang beranggapan, profesi tak melulu harus linier dengan latar akademik. Ada yang memilih sukses dengan pekerjaan yang selaras dengan keilmuannya, namun tak sedikit pula yang berani menjajal peruntungan di bidang lainnya.

Seperti halnya cerita pengalaman tiga orang dokter yang hadir dalam acara kuliah inspiratif Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kali ini. Ketiga sosok sivitas kedokteran yang hadir itu adalah Wakil Dekan II FK UNAIR Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG, pengusaha dan dokter muda Luqman Hakim Andira, S.Ked, dan Ketua BEM FK UNAIR periode sebelumnya Miftahurahman Taufiq. Di depan puluhan mahasiswa, ketiganya berbagi pengalaman sukses tentang rangkap peran sebagai dokter sekaligus seorang wirausaha.

Jauh sebelum meretas kesuksesan seperti sekarang ini, Prof. Budi sudah merasakan banyak asam garam kehidupan. Masa kuliah bukanlah waktu bersantai baginya. Tanpa mengesampingkan kewajiban sebagai mahasiswa kedokteran kala itu, Prof. Budi ternyata juga nyambi berwirausaha.

Saat itu, Prof. Budi menekuni usaha jualan pakaian. Saking niatnya, Prof. Budi berjualan pakaian dari Surabaya ke Banyuwangi. Aktivitas itu dilakoninya pada malam hari dengan mengendarai mobil angkut. Keesokan paginya, Prof. Budi kembali menyibukkan diri dengan kuliah kedokteran.

Salah seorang audiens bertanya,”Apa ndak capek, Prof? Malam kulakan (jualan) kemudian harus dibawa ke luar kota, sementara paginya harus kembali kuliah.” Prof. Budi menjawab,”Kalau mau sukses, ya, harus mau capek.”

Kesuksesan memang tidak bisa diperoleh dengan cara instan. Prof. Budi saat muda sudah menjajal banyak usaha. Jatuh bangun tetap ia jalani. Berkat usaha keras, kini Wadek II FK UNAIR itu telah menjadi pakar obstetri dan ginekologi sekaligus sukses dengan sejumlah bisnis rumah sakit ibu dan anak di Surabaya.

Menurut Prof. Budi, dokter juga bisa mengembangkan potensi lain dalam dirinya. Jika seorang dokter menyadari jiwa kewirausahaan tertanam dalam dirinya, tak ada salahnya untuk dikembangkan. “Asahlah jiwa sosial, salah satunya dengan berwirasusaha,” pesannya.

Lain Prof. Budi, lain pula dengan Lukman. Dokter muda alumni FK UNAIR tahun 2015 ini punya sebuah usaha yang terbilang unik. Namanya ‘Dokter Pentol’. Lukman menjalani usaha itu bersama beberapa teman sejawatnya.

Usaha ‘Dokter Pentol’ bermula ketika Lukman masih menjalani pendidikan sebagai dokter muda. Ia terinspirasi ketika melihat teman-teman seangkatannya yang selalu disibukkan dengan aktivitas dan tugas jaga di rumah sakit dari pagi sampai malam. Melihat kondisi itu, Lukman berinisiatif membuat kudapan berupa bakso yang dikemas secara instan untuk dijual ke teman-temannya.

Tujuannya, tak lain hanya untuk membantu kawan-kawannya mendapatkan camilan yang bergizi dan mengenyangkan di sela-sela kesibukan.

Untuk menjalankan bisnisnya, Lukman dan tim harus berbelanja daging sapi dan bahan lainnya ke pasar ketika pagi buta. Sebelum ke kampus, mereka mengolah daging itu menjadi bakso untuk kemudian dijual. Meskipun baru skala kecil, usaha mereka cukup membantu. Paling tidak, Lukman sudah mampu membaca dan memanfaatkan peluang usaha dari situasi kesehariannya.

Ketua BEM FK UNAIR Rachmat Agung Widodo mengungkapkan, acara kuliah inspiratif ini menjadi salah satu  agenda kegiatan baru pada kepengurusannya kali ini. Harapannya, mahasiswa bisa mendapatkan wawasan dan inspirasi dari cerita-cerita rekan sejawatnya. Melalui kuliah inspiratif, panitia akan menghadirkan sejumlah sosok yang dianggap luar biasa dari kalangan alumni FK UNAIR. (*)

Penulis: Sefya Hayu I.
Editor: Defrina Sukma S.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).