ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Olahraga adalah bagian dari kebutuhan hidup. Dengan berolahraga, kebugaran, kesehatan, dan bentuk tubuh akan terjaga. Namun, barangkali belum banyak orang yang mengetahui cara dan waktu yang tepat dalam berolahraga.

Jangan khawatir UNAIR NEWS akan memberikan tips berolahraga yang sehat yang disampaikan oleh dr. Irfiansyah, M.Si, selaku staf pengajar pada Departemen Ilmu Faal, Fakultas Kedokteran, Universsitas Airlangga. Simak tipsnya berikut ini:

1. Hindari olahraga pada malam hari

Kesibukan atau tuntutan gaya hidup pada masyarakat jaman modern tak bisa dipungkiri. Akibat kesibukan, ada sebagian orang yang baru sempat melakukan olahraga pada malam hari. Padahal, waktu yang tepat untuk berolahraga adalah pagi hari karena oksigen masih banyak untuk dihirup. Sedangkan, pada sore hari, polutan sudah menumpuk di udara.

Selain itu, tiap individu manusia memiliki irama sirkadian atau jam biologis yang berkaitan dengan sekresi hormon-hormon di dalam tubuh. Hormon melatonin adalah hormon yang berfungsi sebagai antioksidan dan mengontrol tidur. Sekresi hormon melatonin akan berlangsung mulai pukul sembilan malam. Sehingga, manusia harus berhenti beraktivitas berat termasuk berolahraga 2 – 3 jam sebelum jarum jam menunjukkan pukul 9 malam.

Apabila jadwal pagi hari memang cukup padat, dr. Irfinsyah mengatakan, olahraga pada malam hari sesekali boleh dilakukan.

2. Atur frekuensi dan intensitas

Olahraga memang dibutuhkan tubuh, namun memforsir tubuh dengan waktu olahraga yang cukup lama juga tidak baik. Pengajar Ilmu Faal itu mengatakan, berolahraga demi menjaga kesehatan tubuh berpedoman pada empat prinsip, yaitu FITT (frequency, intensity, time, type).

Seseorang dianjurkan untuk berolahraga dengan teratur dan terukur setidaknya tiga kali dalam seminggu. “Jadi, ada jeda waktu antara olahraga dan istirahat, baik itu untuk olahraga kardiovaskuler, atau olahraga angkat beban. Pada olahraga angkat beban, otot akan tumbuh pada saat tubuh beristirahat,” tutur dr. Irfinsyah.

Perhatikan pula dari aspek intensitas. Berolahragalah secara sub-maksimal. Usai berolahraga, biasanya orang akan menghitung denyut nadi sebagai patokan. Batas sub-maksimal adalah 65 – 85% dari hasil perhitungan rumus. Rumus yang digunakan adalah 220 dikurangi usia. Contohnya, remaja berusia 20 tahun, maka batas maksimal denyut nadinya adalah 200 kali per menit. Maka rentang ideal denyut nadi sub-maksimal remaja tersebut adalah 130 – 160 denyut per menit.

3. Pilih jenis olahraga sesuai kesukaan

Pilihlah jenis olahraga yang bisa membuat Anda merasa senang ketika melakukan. “Percuma kalau olahraga tapi malah bikin stress,” tutur dr. Irfinsyah.

Penulis: Akhmad Janni
Editor: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone