Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ajak Mahasiswa Pahami Kapabeanan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Tim KPPBC TMP Juanda Saat Memberikan Materi Di Fakultas Vokasi UNAIR (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dalam rangka mendekatkan dunia kampus dengan dunia praktis kepabeanan, program studi Perpajakan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar workshop “Customs Goes to Campus: Tata Laksana Ketentuan Kepabeanan di Bidang Ekspor-Impor” yang diadakan di Airlangga Hall Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Selasa, (10/5). Acara tersebut dihadiri oleh rombongan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Juanda, terdiri dari Suyitno selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai, Hendro Trisulo selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, dan FX Bambang Cahyono selaku Kepala Seksi Manifes.

Dalam workshop tersebut, para pembicara berkesempatan menyampaikan materi seputar tata pelaksanaan dan ketentuan kapabeanan di bidang ekspor dan impor. Kapabean memiliki batasan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontingen yang di dalamnya berlaku Undang-Undang tersebut. Luasnya daerah pabean tersebut dengan jumlah personil Direktorat Jenderal (DIRJEN) Bea dan Cukai yang terbatas, maka pengawasan difokuskan pada kawasan pabean. Kawasan pabean sendiri memiliki definisi kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut, bandar udara, atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Pada kesempatan ini pula Kepala Seksi Penyuluhan KPPBC TMP Juanda, Hendro Trisulo, memberikan informasi terkait Pusat Logistik Berikat (PLB) yang merupakan salah satu amanat dari paket kebijakan ekonomi Jilid II yang dikeluarkan pemerintah untuk menjawab tantangan tingginya biaya logistik nasional yang membuat industri dalam negeri menjadi kurang kompetitif.

“Ini adalah terobosan pada era pemerintahan Pak Jokowi. Harapan dengan adanya kebijakan tersebut dapat mengurangi biaya logistik sehingga dapat menurunkan harga barang dan akhirnya dapat meningkatkan daya beli masyarakat,” pungkasnya pada sekitar 100 peserta yang menghadiri workshop. (*)

Penulis : Lovita Marta F
Editor  : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu