Unggul di Bidang Kedokteran, Delegasi Tiongkok Ajak Kerjasama Sivitas UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rombongan kunjungan dari Daerah Otonom Ningxia berpose bersama Rektor dan Wakil Rektor UNAIR. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Pimpinan Universitas Airlangga menerima kunjungan delegasi Daerah Otonom Suku Hui Ningxia, Tiongkok, pada Rabu (11/5). Rektor bersama Wakil Rektor UNAIR melangsungkan pertemuan dengan Ma Tingli selaku Wakil Gubernur Ningxia, Yu Hong selaku Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, dan jajaran pejabat pemerintah Ningxia lainnya.

Acara kunjungan yang berlangsung di Ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen UNAIR ini bertujuan untuk membahas kerjasama Universitas Ningxia dan Universitas Kedokteran Ningxia dengan UNAIR. Agenda kerjasama yang dimaksud adalah pengembangan penelitian di bidang kedokteran dan ekonomi kedua negara.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA, berharap bahwa rencana kerjasama penelitian itu akan membantu UNAIR dalam mewujudkan mimpi menjadi perguruan tinggi kelas dunia. “Saya berharap kerjasama ini tetap terjalin dengan baik, untuk mendiskusikan pola-pola kerjasama internasional yang baik,” sambut Rektor.

Ma Tingli menyampaikan bahwa UNAIR (ketika masih Nederland Indische Artsen School) yang telah berdiri sejak tahun 1913, memiliki banyak keunggulan di bidang penelitian. “Saya bangga bisa datang di UNAIR yang punya sejarah 100 tahun lebih, dan memiliki keunggulan di bidang penelitian. Jadi, Ningxia bisa belajar dari Airlangga,” ujar Ma Tingli melalui penerjemah bahasanya, Qin Weifen.

Ma Tingli menjelaskan bahwa Ningxia adalah daerah yang ditinggali oleh Suku Hui yang mayoritas beragama Islam. Tak sedikit dari mereka yang berkuliah di Universitas Kedokteran Ningxia karena unggul di bidang pengobatan tradisional ala Tiongkok, Arab, dan Timur Tengah. Menurut Ma Tingli, latar belakang tersebut akan sangat cocok dengan iklim pendidikan di Indonesia yang sebagian besar penduduknya adalah muslim.

“Bidang kedokteran Suku Hui ini sudah berumur 600 tahun lebih, tetapi universitas yang ada di Ningxia terlambat 40 tahun dari UNAIR,” tutur Ma Tingli. Sehingga pihaknya berharap bahwa Ningxia bisa bekerjasama di bidang medis.

Rencananya, Ma Tingli merencanakan akan mengirimkan perwakilan dari Universitas Ningxia dan Universitas Kedokteran Ningxia untuk membahas lebih lanjut mengenai kerjasama dengan UNAIR. “Pertemuan ini bersifat umum, untuk detailnya saya akan kirimkan rombongan khusus perwakilan dari Universitas Ningxia dan Universitas Kedokteran Ningxia,” pungkasnya. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu