(Dari kiri) Moderator acara Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA. saat menyampaikan materi “Seputar Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”. (Foto: UNAIR NEWS)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Tim Safari Kebangsaan Merajut Kebinekaan atau yang disingkat Sabang – Merauke Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) tiba di Universitas Airlangga, Kamis (12/5). Tim Sabang – Merauke hadir untuk mensosialisasikan empat pilar berbangsa di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, sebagai pembicara. Ratusan mahasiswa UNAIR dari berbagai jurusan turut meramaikan acara sosialisasi tersebut.

Ketua MPR RI menyampaikan bahwa kondisi demokrasi di Indonesia sudah semakin membaik, meski ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia menilai bahwa nilai demokrasi mudah dimengerti oleh masyarakat. Namun, internalisasi nilai kebangsaan masih perlu ditanamkan dalam hal substansi dan etika.

Agar internalisasi nilai-nilai kebangsaan berproses secara optimal, Zulkifli mengatakan bahwa pemerintah perlu menghidupkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). GBHN ini berfungsi sebagai peta pemerintah dalam melanjutkan pembangunan di Indonesia.

“Kita memerlukan haluan negara untuk mengatur kehidupan bernegara kita selama 20 hingga 50 tahun mendatang,” jelasnya.

Senada dengan Ketua MPR RI, Wali Kota Surabaya juga menegaskan pentingnya konsistensi pembangunan. Konsistensi itu patut dijaga agar pergantian pejabat pemerintah tidak turut mempengaruhi pembangunan yang berjalan.

Risma juga bercerita bahwa komponen kepala dinas yang dipimpinnya berasal dari daerah-daerah yang berbeda di Indonesia. “Kepedulian kita untuk orang lain inilah yang menjadi modal untuk menjadi bangsa yang besar,” jelas Risma.

Sebagai tuan rumah, Rektor UNAIR menyampaikan gagasan empat pilar sebagai tata nilai ekonomi. Guru Besar FEB UNAIR tersebut juga menegaskan bahwa praktik penerapan empat pilar juga dilaksanakan di kampus UNAIR, mulai dari mahasiswa, pegawai, karyawan, hingga jajaran pemangku kebijakan.

“Prinsip ekonomi untuk kesejahteraan umum ini akan terwujud jika berkelanjutan, inklusif, dan adil. Itu yang kami terapkan di UNAIR.” pungkasnya. (*)

Penulis : Nuri Hermawan
Editor    : Defrina Sukma S.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone