Almarhum Prof Eman, Tetap Aktif Mengabdi Hingga Tutup Usia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prosesi Persemayaman Dekan FH UNAIR, Almarhum Prof. Dr. Eman, S.H., MS., Di FH UNAIR (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga masa bakti 2015-2020, Prof. Dr. Eman, S.H., MS., tutup usia pada Rabu (11/5). Upacara penghormatan terakhir Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Agraria tersebut dilaksanakan di FH UNAIR, dan dihadiri oleh ratusan pelayat yang berasal dari pejabat di lingkungan UNAIR, pejabat Pemerintah Kota Surabaya, serta sivitas akademika UNAIR. Wali Kota Surabaya Dr. (HC) Tri Rismaharini, S.T., M.T., turut hadir dalam upacara ini.

Risma, sapaan akrab Wali Kota Surabaya perempuan pertama tersebut, menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas kepergian Prof. Eman. Dalam sambutannya pada upacara penghormatan, pihaknya mengatakan bahwa Prof. Eman telah memiliki jasa besar terkait penyelesaian sengketa kasus pertanahan dan lalu lintas di Surabaya.

“Saya selalu takut dengan masalah pertanahan. Tapi Prof Eman selalu datang dengan senyuman dan membantu segala masalah yang sedang saya hadapi,” ujarnya tak kuasa menahan air mata.

Selain itu, Wakil Dekan I FH UNAIR, Nurul Barizah, SH., LL.M.,Ph.D., pada ucapan bela sungkawa mengatakan perihal jasa-jasa yang telah diberikan Prof. Eman kepada UNAIR. Alm. Prof. Eman merupakan pendidik sekaligus peneliti yang konsisten meneliti hukum agraria, dan telah beberapa kali menerbitkan buku yang fokus tentang hukum pertanahan.

“Prof Eman wafat seminggu setelah peringatan hari pendidikan nasional. Beliau merupakan pendidik yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk perkembangan pendidikan, dan hukum di Indonesia. Seluruh hidupnya ia dedikasikan untuk kemajuan dan kepentingan UNAIR,” ujarnya.

Nurul juga mengatakan bahwa Prof Eman merupakan sosok dekan yang tekun. Almarhum tetap aktif memberikan bimbingan, serta menjadi penguji untuk ujian tertutup maupun terbuka meskipun beberapa minggu belakangan mulai sakit.

Usai upacara penghormatan di FH UNAIR, jenazah dibawa ke Masjid Nuruzzaman UNAIR untuk disholatkan. Jenazah kemudian dibawa ke TPU Kedurus Baru, Surabaya, untuk dikebumikan. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor    : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu