Di Era Global, Pustakawan Mesti Siap Menerima Masukan Customer

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dari kanan Dr. Dewi Retno Suminar, M.Si., (Psikolog, dosen UNAIR), Drs. Koko Srimulyo, M.Si., (Sekretaris UNAIR) dan Drs. Suko Widodo, M.Si (Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR) saat menjadi pemateri seminar " Personal Branding for Librarian " (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dewasa ini, pertumbuhan teknologi dan informasi berkembang begitu pesat. Sejalan dengan hal tersebut, perpustakaan dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan globalisasi. Supaya, dapat menjadi penyedia layanan yang menyenangkan bagi para customer.

Sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahunnya ke-61, perpustakaan UNAIR mengadakan seminar bertajuk Personal Branding for Librarian. Hadir sebagai pembicara, Drs. Suko Widodo, M.Si (Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR), Dr. Dewi Retno Suminar, M.Si., (Psikolog, dosen UNAIR), dan Drs. Koko Srimulyo, M.Si., (Sekretaris UNAIR). Seminar yang diadakan di Ruang Parlinah, Perpustakaan UNAIR Kampus B, ini diikuti oleh puluhan pustakawan dari berbagai institusi di Indonesia.

“Dibutuhkan branding yang baik untuk mengubah persepsi masyarakat tentang perpustakaan. Masyarakat juga mesti mendapat perspektif baru yang lebih segar tentang pustakawan. Karena, reputasi menjadi cara baru seseorang untuk sukses di masa yang akan datang,” kata Suko.

Ditambahkan dosen FISIP UNAIR tersebut, pustakawan harus membuat perpustakaan menjadi sarana gaya hidup (life style) modern. Dengan demikian, tugasnya bukan sekadar pencatat judul dan jumlah buku. Lebih dari itu, harus ada terobosan yang dilakukan pustakawan. Para pengemban profesi ini harus berkenan menjadi pendengar yang baik agar mengetahui apa yang diinginkan publik. Termasuk, sehubungan dengan kebutuhan masyarakat mengenai pengembangan fasilitas perpustakaan.

“Kuncinya, selalu membangun komunikasi dengan pemakai jasa perpustakaan. Know your self, know your room, know your client, know how to communicate,” ujar Suko yang diiringi anggukan paham nyaris semua hadirin.

Dijelaskan pula, para pustakawan setidaknya harus memiliki lima sikap dasar. Yakni, respek, empati, terbuka, jelas, dan ramah. Semua itu harus melekat sebagai identitas diri.

Sementara itu, Koko Srimulyo mengatakan, pustakawan harus mengubah mindset tentang makna karir. Karir bukan hanya terletak pada jabatan struktural. Perolehan pengalaman dan kesempatan juga termasuk elemen penting dari karir.

“Pustakawan harus mengembangkan networking yang efektif, kolaboratif dan sinergis, multi skilled specialist, serta mengembangkan adversity quotient. Bukan hanya IQ, EQ, dan SQ. Pustakawan harus bisa memberikan pelayanan yang mempermudah customer mendapatkan informasi,” ungkap dosen Ilmu Informasi dan Perpustakaan FISIP UNAIR tersebut.

Bila sudah demikian, imbuh dia, customer akan loyal kepada pustakawan. Sehingga, pustakawan bisa bersaing dengan memberikan pelayanan yang menyenangkan kepada setiap pengguna perpustakaan. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh
Editor: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu