Tak Perlu Dicolok, Deteksi Kanker Usus Lebih Nyaman dengan Tes Darah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Tim FK UNAIR ketika mengikuti lomba poster ilmiah Halu Oleo Scientific Competition (HOLISTIC 2016) di Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FKU UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Deteksi dini kanker usus menjadi topik besar yang diusung tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR)  bernama Zaufy Verlieza, Binarri Augustya, dan Fauzi Abdillah, ketika mengikuti  lomba poster ilmiah Halu Oleo Scientific Competition (HOLISTIC 2016) di Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FKU UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu. Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, mereka meraih peringkat tiga kategori poster ilmiah. Ada banyak kampus yang turut serta. Antara lain, Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Universitas Brawijaya, Universita Islam Indonesia, dan Universitas Halu Oleo.

Dalam kesempatan itu, tim FK UNAIR menampilkan gagasan tertulis mengenai deteksi dini dan terapi Non-Invasi berbasis micro-RNA untuk menekan mortalitas pasien. Lebih tepatnya, deteksi dini untuk kasus kanker kolon melalui tes darah. Tujuannya, mengetahui ada tidaknya kerusakan pada usus.

Seperti diketahui, kanker kolon adalah kanker yang menyerang bagian usus besar dan rektum. Kanker ini disebut sebagai penyakit mematikan nomor dua. Kanker kolon, sebagaimana sifat kanker lain, bisa tumbuh relatif cepat. Pun, dapat menyusup atau mengakar (infiltrasi) ke jaringan di sekitar dan merusaknya.

Kanker ini mampu menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah. Bergerak menuju organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh. Misalnya, ke liver, paru-paru, yang pada akhirnya, dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik.

Umumnya, kanker kolon dimulai dengan pembengkakan seperti kancing pada permukaan lapisan usus atau pada polip. Kemudian, kanker akan memasuki dinding usus. Kelenjar getah bening di dekatnya juga bisa kena papar. Karena darah dari dinding usus dibawa ke hati, kanker kolon biasanya menyebar (metastase) ke hati. Sayang, deteksi penyakit ini sering terlambat. Sering kali, baru terdeteksi ketika keadaan sudah relatif parah.

Modifikasi pemeriksaan dengan metode miRNA

Tim FK UNAIR yang dikomandani Zaufy memikirkan, bagaimana cara agar deteksi dini dapat diterapkan dengan lebih mudah. Mengingat, sejauh ini pemeriksaan dilakukan dengan cara colok dubur dan pemeriksaaan colonoscopy.

Mereka memodifikasi pemeriksaaan menggunakan metode miRNA, untuk deteksi dini sebelum metastase, melalui tes darah. Dalam prosesnya, darah dipisahkan dari bagian plasma. Kemudian, diisolasi menggunakan polymerase chain reaction untuk menggandakan gen.

Selain tim Zaufy, delegasi FK UNAIR lainnya juga memenangkan perlombaan dalam ajang Holistic FK UHO 2016. Mereka adalah Bella Patricia, Patricia Tjiongnata,  dan Anthomina Maya, sebagai peringkat 2 poster publik . Sedangkan Made Angga meraih peringkat tiga poster ilmiah tunggal dan peringkat tiga lomba karya tulis. (*)

Penulis: Sefya
Editor: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu