Satu Dekade Airlangga Bojonegoro Community, Gelar Pengmas dan Tasyakuran

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Soetojo saat memotong tumpeng di acara tasyakuran dalam rangka Dies Natalis ABC di Pendopo Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Banyak cara yang dilakukan untuk mengisi dan memperingati hari kelahiran, baik bagi pribadi, organisasi, atau bahkan sebuah komunitas. Hal itulah yang tengah dirasakan mahasiswa UNAIR yang tergabung dalam Airlangga Bojonegoro Community atau yang lebih dikenal dengan sebutan ABC. Dalam memperingati hari jadi yang ke-10, komunitas mahasiswa dari bumi Angling Dharma tersebut menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat (6/5) dan Tasyakuran (7/5).

Kedua kegiatan tersebut digelar di tempat yang berbeda. Kegiatan Pengmas dilaksanakan di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, dengan berbagai macam program. Beragam program kemanusiaan yang meliputi ABC mengajar, ABC menginspirasi, pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako untuk kaum duafa dan pengajian akbar mewarnai pengabdian tersebut.

“Untuk memeringati Dies Natalis ABC yang kesepuluh ini, ABC mengadakan pengabdian masyarakat dan tasyakuran di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Andy Ahmad Alfian, selaku Ketua ABC.

Peringatan Dies Natalis ABC kali ini memang tidak berbeda jauh dengan kegiatan-kegiatan di tahun sebelumnya. Namun, bagi Andy, momen satu dekade ini  yang menjadi pembeda. Selain itu, acara ini juga dijadikan sebagai ajang reuni bagi para Alumni ABC dari berbagai angkatan.

“Momen kali ini adalah momen satu dekade, dimana dalam ukuran organisasi mahasiswa daerah, sudah bisa dianggap cukup tua untuk ukuran usia. Sekaligus pada kesempatan kali ini, akan menjadi ajang reuni alumni ABC dari berbagai angkatan,” ujar mahasiswa FEB angkatan 2013 tersebut.

Selain pengabdian masyarakat, ABC juga mengadakan tasyakuran di Pendopo Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Tercatat 188 orang mengikuti acara yang terdiri dari kalangan mahasiswa anggota ABC maupun alumni, serta beberapa dosen yang berasal dari Bojonegoro, salah satunya adalah Prof. Dr. dr. Soetojo, Sp.U., Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR, yang  menyempatkan diri untuk ikut bergabung memeriahkan Dies Natalis ABC ke-10.

“Acara tasyakuran di pendopo Pemkab Bojonegoro ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Prof. Soetojo,” kata Andy.

Ketika ditanya mengenai rahasia kekompakan ABC, Andy mengatakan bahwa kunci suksesnya adalah rasa memiliki serta pengertian dari masing-masing individu. Karena seluruh anggota ABC adalah mahasiswa UNAIR yang merantau dari Bojonegoro, maka persamaan logat serta diksi dari para anggota dianggap mampu menjaga kekompakan ABC.

“Komunikasi yang baik, kesamaan akan berbagai hal, misal gaya bicara, serta kecintaan akan daerah asal yang melandasi teman-teman ABC loyal untuk memperjuangkan dan menjadi aktivis organisasi mahasiswa daerah, dalam hal ini ABC,” ujar Andy

Sebagai Ketua ABC saat ini, Andy berharap agar organisasi-organisasi daerah di UNAIR semakin kompak dan solid, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat di daerah masing-masing. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Nuri Hermawan

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu