Ajak Mahasiswa Bikin Action Plan dan Kunjungi Kampung Green and Clean

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
peserta Youth Ecopreneurship Challenge (YEC) berkunjung ke kampung green and clean Jambangan, Surabaya, Sabtu (30/4). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dalam rangka peringatan hari bumi yang jatuh pada 22 April lalu, American Corner Universitas Airlangga bekerjasama dengan Young South East Asia Leadership Initiative (YSEALI) mengajak para mahasiswa untuk berkompetisi menyumbangkan ide kreatif mereka. Kompetisi tingkat nasional bertajuk Youth Ecopreneurship Challenge (YEC) tersebut diikuti berbagai mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

YEC merupakan kompetisi action plan dalam bidang ecopreneurship yang dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara. Rangkaian acara tersebut meliputi talkshow, Focus Group Discussion (FGD), kunjungan ke kampung green and clean, dan ditutup dengan pemaparan action plan dari semua tim peserta. Kali ini, para peserta diajak untuk berkunjung ke kampung green and clean Jambangan, Surabaya, Sabtu (30/4).

Kampung sehat Jambangan

Kampung Jambangan telah puluhan kali mendapatkan predikat sebagai kampung sehat bersih, baik tingkat regional maupun nasional. Rupanya, di kampung ini masyarakat bahu-membahu mewujudkan tatanan masyarakat yang konsisten menjaga kesehatan, keselamatan, dan keseimbangan lingkungan. Kampung Jambangan sudah berbenah sejak dirintis pada 2002 lalu.

“Sekarang kita tambah dan kita tata. Kita sudah memiliki prioritas utama, menggunakan sistem satu pintu melalui satuan tugas (satgas). Semuanya sudah teratur dan tertata dengan adanya satgas. Semua untuk keberlangsungan perbaikan Jambangan,” ungkap Yulia Ratna, kader lingkungan di Kelurahan Jambangan.

Banyak predikat yang dilekatkan pada Kampung Jambangan, seperti kampung asuh, kampung sehat, kampung kreatif dan inovatif. Selain itu Jambangan juga pernah memperoleh penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup RI pada 2008, penghargaan The Best Green dan Clean pada tahun 2013. Kampung Jambangan juga pernah memperoleh penghargaan Upakarti atas karya jasa pengabdian dan peloporan dalam industri kecil dan kerajinan. Hal inilah yang kemudian membuat banyak kampung lainnya untuk termotivasi.

Dalam seminggu, Kampung Jambangan bisa memenuhi kunjungan hingga tiga kali. Berbagai kunjungan justru kerap kali berasal dari luar Jawa. Seperti yang sudah-sudah, dari Banjarmasin, Kalimantan, hingga dari Papua. Kebanyakan yang melakukan kunjungan ialah ibu-ibu PKK atau perangkat kelurahan.

Di Jambangan, masyarakat membangun lingkungan agar terus diberdayakan. Mulai dari urban farming, pengadaan bank sampah, kerajinan tangan dari daur ulang sampah, hingga pembuatan makanan dan minuman yang bersifat herbal.

“Arah dari semua ini adalah memberdayakan perekonomian masyarakat setempat,” kata Yulia.

Inovasi diakui Yulia sebagai hal yang mutlak. Inovasi harus terus dilakukan agar usaha menuju lingkungan sehat terus berkembang.

“Harapannya, setiap generasi muda seperti sekarang membantu kami menyuarakan betapa pentingnya bumi untuk diselamatkan, karena kalau kami saja, nanti tidak berkelanjutan,” lanjutnya.

Kegiatan YEC ditutup dengan pemaparan action plan dari 12 tim yang telah diseleksi. Pemenang action plan kali ini yaitu diperoleh tim Gubuk Organik. Gubuk Organik merupakan bisnis yang bergerak di bidang ecososiopreneur. Tujuan utama bisnis ini adalah untuk mengajak masyarakat sadar tentang hidup sehat dengan mengonsumsi sayur organik.

“Gubuk organik itu proyeknya sudah berjalan. Manajemen mereka bagus karena sudah melakukan pendekatan dengan korporasi besar. Selain itu, kami juga menilai dari penilaian awal. Kami lihat dari idenya yang inovatif, manajemen bagus, bermanfaat karena memberdayakan masyarakat, serta jelas implementasinya,” kata Dicky Johar Pribadi, selaku salah satu juri dalam YEC. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu