Suasana pertemuan PTN Australia Barat dan PTN di Jatim (Foto: UNAIR NEWS)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Langkah internasionalisasi pendidikan bagi perguruan tinggi negeri di Jawa Timur memperoleh ruang baru, setelah sembilan perguruan tinggi negeri (PTN) di Jatim melakukan pertemuan dengan enam perguruan tinggi di Australia Barat. Universitas Airlangga dipercaya menjadi tuan rumah untuk pertemuan yang dihadiri Menteri Pendidikan Australia Barat, Peter Collier MLC. Pertemuan dilangsungkan di Kantor Manajemen UNAIR, Selasa (3/5).

Pejabat dari sembilan PTN yang hadir antara lain dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Jember (Unej), dan Universitas Brawijaya Malang.

Sedangkan pejabat dari enam perguruan tinggi di Australia Barat yang hadir antara lain berasal dari Universitas Curtin, Universitas Murdoch, Universitas Edith Cowan, Universitas Notre Dame, dan Universitas Australia Barat.

Pertemuan tersebut membahas peningkatan kerjasama akademik dan juga potensi kerjasama dalam pendidikan dan penelitian antara perguruan tinggi di Australia Barat dengan PTN di Jatim. Dalam pertemuan ini setidaknya telah dibahas empat bidang yang akan dikolaborasikan perguruan tinggi di Jatim dengan Australia Barat.

Pertama, riset dan publikasi jurnal internasional. Kedua, pengembangan sumber daya manusia. Ketiga, pertukaran mahasiswa. Keempat, pengembangan program pendidikan berupa gelar ganda dan gelar bersama.

BACA JUGA:  UNAIR Persiapkan Kolaborasi Penelitian dengan Australia

Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak, menyampaikan rasa terima kasih karena UNAIR diberi kesempatan menjadi tuan rumah pelaksanaan pertemuan ini. Ia juga mengatakan bahwa saat ini beberapa perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UNAIR, tengah ditarget oleh pemerintah (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) untuk menembus peringkat 500 besar kampus top dunia.

Pimpinan PTN Australia Barat dan PTN di Jatim diabadikan bersama di depan Gedung Rektorat UNAIR, Selasa (3/5) kemarin. (Foto: UNAIR NEWS)
Pimpinan PTN Australia Barat dan PTN di Jatim diabadikan bersama di depan Gedung Rektorat UNAIR, Selasa (3/5) kemarin. (Foto: UNAIR NEWS)

Pelaksana tugas Ketua International Office and Partnership (IOP) Margaretha Rehulina mengatakan bahwa pertemuan ini berawal dari kunjungan Atase Pendidikan Australia ke UNAIR dalam rangka pertemuan kerjasama.

Menurut Margaretha, salah satu yang menarik dari pertemuan kerjasama ini adalah kemungkinan terbentuknya kelompok kerja bersama yang terdiri dari berbagai universitas negeri di Jatim dan universitas di Australia Barat.

“Menariknya dari pertemuan ini bukan sekadar U2U (university to university), karena hal tersebut sudah ada. Ada kerjasama dengan nilai tambah yaitu bikin kelompok kerja bersama. Makanya, tadi ada salah satu tawaran dari ITS maupun UNAIR tentang pembuatan konsorsium perguruan tinggi di Jatim dengan Australia Barat, terutama di bidang riset kolaborasi dan student mobility,” kata Margaretha. (*)

Penulis : Defrina Sukma S.

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone