Prof. Emeritus Patrick Sorgeloos (Tengah) Sesaat Setelah Mengisi Kuliah Umum di FPK UNAIR. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Berbagai upaya telah dilakukan civitas akademika UNAIR untuk meningkatkan kualitas SDM. Mulai beragam pelatihan, mengikutsertakan mahasiswanya dalam pertukaran pelajar, dan tidak jarang juga mengundang pakar dari luar negeri untuk memberikan ilmu. UNAIR yang dalam hal ini melalui Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR menggelar Kuliah Umum Professor Emeritus Patrick Sorgeloos dari Ghent University of Belgia, Kamis (28/4).

“Kegiatan kuliah umum ini merupakan salah satu bagian dari langkah UNAIR menuju Top 500 World Class University. Kami berharap dengan di adakannya kuliah ini dapat membuka perspektif mahasiswa mengenai perkembangan ilmu budidaya di seluruh dunia, selain itu juga untuk menarik minat mahasiswa melakukan student exchange,” tutur M. Nur Ghoyatul Amin, Dosen FPK UNAIR yang turut memprakarsai kuliah tamu tersebut.

Kuliah umum yang dilaksanakan di Ruang 301 FPK UNAIR tersebut  tidak hanya diikuti mahasiswa FPK UNAIR saja, melainkan juga dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Kuliah umum dengan mengangkat tema The Potential of Brine Shrimp Artemia for Natural Food in Aquaculture  yang di presentasikan oleh Prof. Sorgeloos mampu membius peserta yang memadati ruangan saat itu. Dalam kuliah umum tersebut juga dijelaskan bahwa Artemia sp. merupakan zooplankton yang dimanfaatkan sebagai pakan alami dalam kegiatan budidaya.

Artemia sp. kaya akan kandungan nutrisi seperti protein, karbohidrat, asam amino dan asam lemak seperti EPA (eicosapentaenoic acid),” jelasnya.

Prof. Sorgeloos juga menjelaskan bahwa Produksi Artemia sp. dalam lingkungan bersalinitas tinggi berkorelasi positif dengan kualitas dan kuantitas garam yang dihasilkan di lingkungan yang sama. Tidak hanya membahas mengenai Artemia sp.  dari segi morfologis dan ekologis, Prof. Sorgeloos juga memaparkan secara jelas mengenai sistem budidaya Artemia sp. sampai proses Artemia sp. menjadi produk yang siap jual, serta perkembangan produksi Artemia sp. di beberapa belahan dunia.

Nilai Ekonomi Artemia sp. yang Fantastis

Beberapa kali Prof. Sorgeloos sempat menyinggung bahwa Pulau Madura sangat berpotensi menjadi lokasi budidaya Artemia sp. Artemia sp. sebagai pakan alami dan dinilai mempunyai sisi ekonomi yang terbilang cukup fantastis. Prof. Sorgeloos menjelaskan dalam satu hari budidaya Artemia sp. di Thailand mampu menghasilkan 400 kg biomassa Artemia sp. per hectare, per tahunnya total kapasitas produksi dapat mencapai 5.000-600.000 kg biomassa Artemia sp. dengan nilai tukar mencapai $ 700,000.

“Di pasaran Artemia sp. dipasarkan dalam bentuk cysts yang dikemas dalam kemasan kaleng dengan kisaran harga yang bervariasi, untuk produk impor 100 gram Artemia sp. cysts dapat mencapai ratusan ribu rupiah,” pungkasnya. (*)

Penulis : Dwi Astuti
Editor    : Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone