Masyarakat Anggap Remeh Cedera dengan Memilih Ahli Sangkal Putung Dibanding Ahli Medis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana Seminar Sport Injury di Aula RSKI UNAIR Kampus C. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS Sabtu (30/4), Persatuan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PTBMMKI) Wilayah IV dan V bekerja sama dengan Kelompok Pengkaji Lingkungan Aesdculap (KPLA) BEM FK UNAIR adakan seminar dan workshop bertajuk “Sport Injury: A Simplified Approach of Understanding and Performing Acute Management”.  Seminar yang diadakan di Aula Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) UNAIR tersebut diikuti oleh tim medis dari 17 universitas di wilayah IV dan V. Pada tahun 2016 ini UNAIR menjadi tuan rumah seminar yang digelar tiap tahunnya tersebut.

“Tahun ini UNAIR diberi amanah untuk menjadi tuan rumah seminar ini, dan tema yang diangkat adalah mengenai sport injury,” ujar Berta Lovita, selaku ketua panita penyelenggara seminar.

Menurut Khafid Robbani, Ketua KPLA BEM FK UNAIR, tujuan dihelatnya seminar tersebut agar para peserta yang terdiri dari gabungan tim medis dari berbagai universitas di wilayah IV dan V dapat saling mengenal dan berbagi ilmu. Selain itu, peserta juga dapat belajar langsung dari para ahli sport clinic di Surabaya.

“Kita berkumpul di seminar ini dalam upaya sharing ilmu dan belajar langsung dari para ahlinya,” ujarnya saat memberi sambutan.

Anggap Remeh Cedera

Seminar tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Achmad Sjarwani, dr., SpB., Sp.OT(K), Ahli bidang Ilmu Orthopaedi Dan Traumatologi, selaku pembicara utama. Prof. Sjarwani mengatakan, bahwa masyarakat Indonesia layak mendapatkan pemahaman mengenai cedera yang seringkali diderita saat berolahraga. Pasalnya, cedera yang seringkali dianggap remeh akan berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan baik.

“Tidak hanya para atlet olahraga saja yang cedera, masyarakat juga bisa cedera, jadi mereka juga harus paham mengenai penangannya,” ujar staf pengajar di FK UNAIR tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sjarwani juga menyayangkan banyaknya masyarakat yang lebih mempercayakan proses pengobatan kepada pihak yang justru belum mengusai cedera yang diderita. Prof. Sjarwani mencontohkan dengan minat masyarakat yang lebih memilih untuk mendatangi Ahli Sangkal Putung dibandingkan Ahli Medis. Sehingga seringkali radang cedera yang diderita justru bertambah fatal.

“Benjolan di lengan lalu dibawa ke sangkal putung akhirnya justru jadi tumor, ini kan fatal,” ujar Prof. Sjarwani sembari memberikan contoh.

“Di bawah kulit kita ini banyak sekali pembuluh darah, kalo sudah cedera lalu dipijat, bisa jadi pecah dan keluar cairan yang mengakibatkan peradangan,” imbuhnya.

Ia berharap, agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menangani cedera yang diderita. Jika memang memilih untuk berobat, maka sebaiknya berobat kepada siapapun yang dianggap sudah menguasai materi terkait cedera yang diderita.

“Kalau sudah cedera lebih baik berhati-hati, jangan asal-asalan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu