Menuju Pentas Dunia, UNAIR Kuatkan Kerjasama Internasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana Foto Bersama pada saat Lokakarya bertema ‘Pengaktifan dan Penguatan Kerjasama di Lingkungan Universitas Airlangga’ itu dilaksanakan pada Rabu (27/4) (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Program studi dan departemen merupakan salah satu elemen utama yang menggerakkan perguruan tinggi menuju pentas dunia. Berkaitan dengan hal tersebut, punggawa International Office and Partnership (IOP) Universitas Airlangga mengadakan lokakarya mengenai internasionalisasi di Aula Kahuripan 300, Kantor Manajemen UNAIR.

Lokakarya bertema ‘Pengaktifan dan Penguatan Kerjasama di Lingkungan Universitas Airlangga’ itu dilaksanakan pada Rabu (27/4) dan dihadiri oleh para pimpinan tingkat universitas dan departemen. Sebanyak tujuh pembicara dihadirkan dalam lokakarya tersebut.

Dari UNAIR, kelima pembicara tersebut antara lain Sekretaris IOP UNAIR Margaretha Rehulina, M.Psi, Ketua Lembaga Penelitian dan Inovasi Prof. Hery Purnobasuki M.Si., Ph.D., Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Badri Munir Soekotjo, Ph.D., Direktur Pendidikan Prof. Dr. Dra.  Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si., dan perwakilan tim double degree Psikologi UNAIR Endah Mastuti, S.Psi., M.Si.

Lokakarya tersebut juga menghadirkan pembicara dari Universitas Gadjah Mada yang diwakili oleh Wakil Dekan dan pengajar Fakultas Geografi UGM Prof. Aries Marfai, dan Dr. Danang Hadmoko.

Wakil Rektor IV UNAIR Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D, mengharapkan adanya kontribusi aktif dari setiap fakultas dan departemen dalam proses implementasi kerjasama yang sudah dibuat. Junaidi juga berpesan bahwa setiap program studi dan departemen harus tetap mengembangkan keilmuan dan organisasi sesuai dengan kemajuan zaman.

Sebagai Sekretaris IOP UNAIR, Margaretha memaparkan peran IOP dalam pelaksanaan kerjasama di lingkungan UNAIR. Beberapa poin yang dijelaskan oleh Margaretha antara lain pedoman kerjasama, alur persetujuan nota kesepahaman dan kesepakatan, serta penandatanganan kedua belah pihak.

“Selain memperbanyak MoU (memorandum of understanding), sekarang UNAIR juga ingin memperbanyak MoA (memorandum of agreement). Saya berharap pihak-pihak yang sepaham dan sepakat agar lebih jelas dan detail dalam merancang aktivitas agar waktu pelaksanaan sesuai dengan persetujuan,” tutur Margaretha.

Senada dengan Margaretha, Prof. Hery mengatakan bahwa dua terminasi yang bisa dicapai UNAIR adalah masuk dalam jajaran peringkat 500 besar perguruan tinggi kelas dunia, dan internasionalisasi universitas. Untuk mendukung langkah menuju terminasi itu diantaranya adalah melakukan kerjasama dengan instansi perguruan tinggi dan non-perguruan tinggi seperti pemerintah.

Ketua LPI UNAIR itu juga menegaskan tiga hal yang menjadi perhatian utama yaitu internasionalisasi pendidik dan tenaga kependidikan, internasionalisasi kurikulum dan proses pembelajaran, serta internasionalisasi mahasiswa. (*)

Penulis: Faridah Hari
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu