Suasana Cair Warnai Konferensi Pers Pengukuhan Tiga Guru Besar UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Tiga Guru Besar UNAIR didampingi Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR saat menghadiri konferensi pers di ruang Media Center, Kantor Manajemen UNAIR. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Kamis (28/4), Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga mengadakan konferensi pers terkait pengukuhan tiga Guru Besar yang akan dikukuhkan pada 30 April mendatang. Konferensi pers tersebut dihadiri oleh Ketua PIH UNAIR, Drs. Suko Widodo., M.Si, tiga guru besar baru, serta kalangan wartawan dari berbagai media.

“Hari ini kita mengadakan konferensi pers terkait tiga guru besar yang akan dikukuhkan pada 30 April mendatang,” ujar Suko sembari memberi sambutan kepada peserta konferensi pers.

Ketiga staf pengajar tersebut adalah Prof. Dr. dr. Ari Sutjahjo., Sp.PD., K-EMD., FINASIM selaku Guru Besar dalam bidang Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UNAIR, Prof. Dr. Cholichul Hadi., M.Si selaku Guru Besar dalam bidang Psikologi Industri dan Organisasi Fakultas Psikologi UNAIR, dan Prof. Dr. Henri Subiakto., Drs., S.H., M.Si selaku Guru Besar di bidang Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR.

Suasana cair penuh canda tawa mewarnai konferensi pers yang di helat di Media Center, Kantor Manajemen UNAIR. Bahkan sebelum konferensi pers dimulai, Prof. Henri Subiakto sempat bercerita terkait masa lalu dirinya.

“Saya dulu sempat tidak naik kelas berkali-kali, tapi buktinya saya bakal dilantik jadi Guru Besar itu,” ujarnya disambut tawa para jurnalis.

Dalam konferensi pers yang dimulai pukul 10.30 WIB tersebut, masing-masing calon guru besar diberikan waktu lima menit untuk menyampaikan orasi ilmiah mereka masing-masing. Prof. Ari menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul “Pengelolaan Nodul Tiroid yang dapat Diterapkan pada Keterbatasan Sarana”.

Penyampaian keterangan pers dilanjutkan oleh Prof. Cholichul yang berjudul “Mengelola Inovasi dan Kreativitas di Organisasi dengan Menggunakan Pendekatan Interdependensi yang Berbasis Budaya Lokal”. Terakhir, Prof. Henri Subiakto menyampaikan keterangan pers yang disadur dari naskah orasi ilmiah miliknya yang berjudul “Transformasi Teknologi Komunikasi Digital terhadap Perubahan Sosial sebagai Persoalan Aktual”.

Secara berurutan ketiganya merupakan Guru Besar yang ke-447, 448, dan 449 sejak UNAIR didirikan. Jika dihitung sejak UNAIR berstatus perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH), maka ketiganya merupakan guru besar yang ke-155, 156, dan  157. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu