Diah Ariani Arimbi: Perjuangan Kartini Masih Panjang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Menelusuri jejak-jejak Raden Ajeng Kartini hingga hari ini tidak akan ada habisnya. Begitu juga dengan hal yang diungkapkan oleh Diah Ariani Arimbi, S.S., M.A., Ph.D. Perjuangan Kartini tidak hanya berhenti ketika beliau sudah tiada, bagi Diah Ariani masih banyak hal yang harus dilakukan untuk melanjutkan perjuangan pahlawan yang jasanya selalu dikenang setiap tanggal 21 April tersebut. Ditemui di ruang kerjanya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNAIR tersebut menuturkan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan oleh Kartini tidak sepenuhnya diteladani oleh generasi sekarang.

“Memang sebagian langkah Kartini sudah terlihat nyata, terutama dalam pendidikan, hari ini sudah banyak perempuan-perempuan yang menempuh pendidikan tinggi dan bahkan tidak sedikit yang menempati posisi strategis pada sebuah instansi,” jelas master lulusan University of Northern lowa Amerika Serikat.

Doktoral University of New South Wales tersebut menambahkan bahwa banyak kiprah Kartini yang tidak diketahui oleh perempuan hari ini, salah satunya mental rajin membaca dan berfikir kritis yang dimiliki pahlawan asli Jepara tersebut.

“Kartini selalu belajar dari membaca banyak buku, ini yang hilang dari perempuan sekarang yang terlebih suka pada yang instan, kasus di mahasiswa sendiri banyak sekali yang suka copy paste,” tegasnya.

Dekan perempuan pertama FIB UNAIR tersebut kembali menegaskan bahwa perbedaan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan adalah hal yang lumrah, namun menjadi sebuah problem jika perbedaan tersebut menciptakan sebuah hierarki.

“Sebenarnya perbedaan laki-laki dan perempuan adalah hal yang wajar, namun kalau ada hierarki itu yang jadi masalah,” tegasnya.

“dengan pendidikanlah hierarki antara laki-laki dan perempuan bisa ditepis,” imbuhnya.

Diakhir wawancara, dekan yang juga mengajar kajian gender di FIB UNAIR tersebut menekankan, bahwa momen hari Kartini memang sangat penting untuk menghidupkan kembali semangat Kartini. Pasalnya Kartini telah betul-betul memberikan makna pada perempuan, utamanya pada bidang pendidikan.

“Momen hari Kartini ini penting untuk mengingatkan bahwa semangat Kartini harus ada, karena semangat Kartini adalah semangat melawan ketidakadilan dan kesetaraan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Nuri Hermawan
Editor    : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu