Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA. (kiri) Saat Menandatangani Nota Kesepahaman dengan Direktur Utama PT Phapros Tbk, Drs. Iswanto, Apt. (kanan) (Foto: Nuri Hermawan)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Langkah UNAIR menuju kampus kelas dunia semakin nyata, berbagai terobosan dalam bentuk kerja sama dengan berbagai instansi terus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta nilai perguruan tinggi di kancah global. Kamis (21/4), bertempat di ruang sidang pleno Kantor Manajemen UNAIR,  PT Phapros Tbk menggandeng UNAIR untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang sedang melanda di dunia industri farmasi dan kesehatan.

Wakil Rektor IV UNAIR, Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D.,menuturkan bahwa selama ini UNAIR dan PT Phapros Tbk sudah menjalin kerja sama dalam bentuk pendidikan, terutama untuk mendidik mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan profesi apoteker. Oleh karena itu, untuk kerja sama kali ini, ia berharap akan lebih fokus ke perkembangan penelitian, yakni dengan mewujudkan hasil penelitian yang dimiliki oleh ilmuan UNAIR ke masyarakat luas.

“Saya yakin jika penelitian-penelitian ini bisa diwujudkan dan dikembangkan di masyarakat maka manfaatnya akan semakin terasa,” ungkapnya.

Acara yang disaksikan oleh jajaran rektorat dan direktorat UNAIR tersebut juga dihadiri oleh Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA. Guru Besar FEB UNAIR tersebut menyampaikan bahwa salah satu tanggung jawab dari perguruan tinggi adalah menjadi solusi dari permasalahan yang ada di masyarakat, ia juga menambahkan jika selama ini perguruan tinggi memiliki banyak ilmuan dengan segudang penelitian namun hanya berhenti pada lembaran-lembaran saja.

Eman kalau penelitian para ilmuan itu hanya berhenti di lemari kerja mereka, saya harap dengan kerja sama ini, UNAIR dan PT Phapros bisa semakin memberikan manfaat kepada khalayak luas,” ujarnya.

Mewakili rombongan, Drs. Iswanto, Apt., selaku Direktur Utama PT Phapros menuturkan bahwa selama ini perusahaan yang dipimpinnya sengaja mencari mitra strategis untuk mengoptimalisasi hasil penelitian.

“Selaku pelaku di dunia industri, kami prihatin dengan kondisi alat kesehatan di Indonesia yang sebagian besar masih impor, hal seperti ini tidak hanya tanggung jawab kementerian kesehatan, tapi juga tanggung jawab kita semua yang bergelut di bidang industri dan pendidikan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Dilan Salsabila

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone