Science Awards untuk Peneliti Bidang Kesehatan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Para Pemateri Tengah Menyampaikan Orasi dalam Forum Diskusi RKSA di UNAIR (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS  – Selasa (19/4), Universitas Airlangga menjadi tuan rumah acara yang diselenggarakan oleh PT. Kalbe Farma Tbk. (Kalbe) bekerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).  Acara tersebut dihelat dalam bentuk forum diskusi bertema “Optimalisasi dan Komersialisasi Hasil Penelitian untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa”. Forum diskusi yang dilangsungkan di Aula Kahuripan, Kantor Manajemen UNAIR ini merupakan rangkaian program Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA).

Hadir sebagai pembicara, Dr. Muhammad Dimyati (Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti), Prof. dr. Singgih Riphat (Ahli Peneliti Utama Bidang Ekonomi dan Keuangan Badan Kebijakan Fiskal), Dr. Purwati (Sekretaris Pusat Kedokteran Regeneratif dan Stem Cell, RS. Dr. Soetomo), dan FX Widiyatmo (Head of Business Devolepment PT. Kalbe Farma Tbk), dengan moderator Dr. Agus Zainal Arifin, S.Kom., M.Kom (Finalis Best Research Award 2014, ITS).

RKSA diselenggarakan satu kali dalam dua tahun, dan telah terselenggara lima kali terhitung sejak 2008 silam. Program RKSA merupakan program penghargaan bagi para peneliti terbaik yang telah berkontribusi aktif di dunia penelitian dan pengembangan, khususnya bidang kesehatan dan ilmu hayati.

“Ini merupakan bagian dari kontribusi Kalbe untuk mendorong para peneliti untuk menghasilkan penelitian, sebagai bagian dari peningkatan daya saing bangsa. Program ini juga dimaksudkan untuk mendorong para peneliti Indonesia agar produktif meneliti sebagai kontribusi untuk kesehatan masyarakat,” ujar Herda, perwakilan Manajemen PT. Kalbe saat memberikan sambutan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada peneliti Indonesia yang memiliki dedikasi dan telah bekerja keras dalam menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan. Bidang penelitian yang dimaksud meliputi Kesediaan Bahan Obat (Bioteknologi, Kimia Medisinal, Kimia Bahan Alam/Teknologi Farmasi), Diagnostik dan Metode Pengobatan, serta Pangan Fungsional. Target peserta yaitu seluruh peneliti, baik dari pemerintah maupun swasta.

Prof. Mochammad Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D, berharap agar program ini mampu mendorong para peneliti yang ada di UNAIR untuk semakin aktif melakukan penelitian.

“Kami (UNAIR, -red) berkeinginan agar program ini bisa ditindaklanjuti dengan program-program lainnya, agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Prof Amin.

Tahun ini, pada kategori Best Research Awards, peneliti terbaik pertama akan mendapatkan dana sebesar Rp. 100 juta, terbaik kedua RP. 75 juta, dan terbaik ketiga RP. 50 juta. Sedangkan kategori Young Scientist Award, akan diambil satu peneliti terbaik yang mendapatkan dana sebesar RP. 75 juta. Semua pemenang juga mendapatkan prioritas pembiayaan melalui SINAS Kemenristekdikti. Batas pendaftaran dan pengumpulan berkas paling lambat pada 3 Juni 2016.

Biasanya, problem yang banyak dihadapi para peneliti adalah lamanya pencairan dana yang telah dijanjikan. Pada kesempatan ini, Dimyati mengatakan bahwa pihak Kemenristekdikti menjamin tahun ini tidak akan terjadi keterlambatan pencairan dana.

“Jangan khawatir, dana sudah mulai keluar pada awal tahun. Tidak seperti dulu. Apa yang peneliti inginkan, kita akan berikan,” ujar Dimyati.

Produk gaya hidup banyak dicari

Pada kesempatan ini FX Widiyatmo mengatakan bahwa penelitian produk kesehatan yang banyak dicari bergantung dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Ke depan, prediksi penyakit yang muncul, banyak kaitannya dengan gaya hidup. Kemungkinan besar yang akan banyak muncul adalah penyakit yang berkaitan dengan stres. Bagaimana para peneliti bisa menghasilkan produk yang berkaitan dengan pola atau gaya hidup masyarakat. Bukan hanya mengobati, tapi juga preventif (bersifat mencegah),” ujar Widiyatmo. (*)

Penulis :  Binti Quryatul Masruroh
Editor    : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu