Prof. Sri Iswati, Mensyukuri Kesetaraan Gender dengan Menjunjung Profesionalisme

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Di zaman sekarang, khususnya di kota besar seperti Surabaya, kesetaraan gender sudah menjadi barang umum. Baik laki-laki maupun perempuan, dapat mengemban hak dan kewajiban yang sama. Bahkan, kota pahlawan ini dipimpin oleh seorang wali kota perempuan.

Di kampus, gaji dosen satu dengan yang lain tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Gelar guru besar, jabatan dekan, dan pangkat tertinggi, dapat dicapai oleh siapapun. Artinya, tidak ada diskriminasi di sana.

Nikmat kesetaraan tersebut, kata Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR Prof. Dr. Hj. Sri Iswati, SE., M.Si., Ak., mesti disyukuri oleh semua orang. Khususnya, para perempuan. Bagaimana cara mensyukurinya?

Pertama, menghaturkan terimakasih pada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, melakukan ibadah sebagai bentuk syukur. Ketiga, mengerjakan segala sesuatu dengan semangat profesionalisme.

“Semua orang dihidupkan di dunia dengan perannya masing-masing. Ada yang sebagai dekan, pejabat birokrasi, office boy atau cleaning service, dan lain sebagainya. Namun, semua orang harus melakukan tugasnya dengan baik dan profesional,” kata perempuan yang biasa disapa Is tersebut.

Ditambahkan Ibu dua anak tersebut, semua pekerjaan mesti dilakukan dengan optimal. Tidak boleh setengah-setengah. Sebab, Tuhan menganugerahi manusia dengan kemampuan yang maksimal. Profesionalisme tersebut, ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut, bakal berujung pada kebermanfaatan. Tanpa profesionalisme atau totalitas dalam berkarya, seseorang tidak akan bisa memberi manfaat yang besar.

“Agama sudah mengajarkan, orang yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia,” papar dosen yang menyandang gelar professor pada usia 43 tahun tersebut.

Keseriusan dalam bekerja atau bersumbangsih di lingkungan akan memberi catatan tersendiri. Baik di mata manusia, lebih-lebih dalam pandangan Tuhan. Kalau sudah begitu, semua akan berpulang pada diri sendiri. Kebaikan yang dilakukan, pasti akan berbalik pada yang mengerjakannya. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu