Humor Cerdas Sentilan-Sentilun Bikin Hadirin Gemes

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Penggawa Republik Sentitan Sentilun (Slamet Raharjo, Butet Kertaredjasa, Cak Lontong, dan Akbar) pada saat Mata Najwa On Stage yang dilaksanakan di Airlangga Convention Center (ACC) Jum’at lalu (17/4) (Foto: Alifian Sukma)

UNAIR NEWS – Acara Mata Najwa on Stage yang dilaksanakan di Airlangga Convention Center (ACC) Jum’at lalu (17/4) benar-benar semarak. Terlebih, atas kehadiran penggawa Republik Sentitan Sentilun (Slamet Raharjo, Butet Kertaredjasa, Cak Lontong, dan Akbar). Guyonan atau humor cerdas mereka begitu menghibur. Walaupun kadang, diiringi kritik pada pejabat publik.

“Oalah, Mas Fadli Zon ini suka cabe rawit tho. Pantas saja, omongannya sering pedas dan panas,” kata Butet dihadapan politisi partai Gerindra tersebut seusai tahu bahwa wakil ketua DPR itu doyan makan lombok. Ribuan hadirin pun tertawa dan bersorak.

Tak hanya Butet, Cak Lontong juga pamer lelucon. Alumnus ITS itu mengatakan, bahwa baru saja sampai di kampus UNAIR, dia langsung nemu jodoh. “Tapi, karena saya bertanggung jawab, setelah saya temukan, jodoh itu saya kembalikan pada yang punya,” ungkap dia yang memancing gerrr dari penonton. Tak berselang lama, dia kembali membuat lelucon, “Di Surabaya ini banyak kali. Ada kalidami, kali mas, kali jagir, kalijudan, kalikepiting, dan lain-lain. Ada banyak kali di sini,” ujar dia. “Oh gitu, makanya banyak suro (hiu) dan boyo (buaya) ya,” sahut Sentilan atau Slamet Raharjo. “Bukan ndoro. Bukan itu. Di sini, kali itu banyak. Karena kalau kurang, ya jadi sedikit. Dua kali dua kan sama dengan empat. Jadinya lebih banyak,” papar Cak Lontong kemudian.

Sing tak enteni pancen gojekan Republik Sentilan Sentilun. Isok ngilangne stress (yang saya tunggu-tunggu memang guyonan Republik Sentilan Sentilun. Bisa menghilangkan stress),” kata salah satu mahasiswa pada kawan-kawannya yang langsung mengangguk-angguk tanda setuju. Memang, selama acara berlangsung, khususnya saat terjadi percakapan yang melibatkan orang-orang dari Republik Sentilan Sentilun, mereka yang menonton dari sisi kanan panggung itu seakan tak henti terkekeh.(*)

Penulis: Rio F. Rachman

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu