Joko Santosa dan M Yunus Jadi Wisudawan Terbaik Berkat Belajar Keras

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Joko Santoso (kiri) dan Muhammad Yunus Anis. (Foto: dok pribadi)

UNAIR NEWS – Sebagai penerima beasiswa STAR-BPKP, sebuah beasiswa bagi PNS yang diberikan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), bagi Joko Santosa, ia harus bertanggungjawab dengan lulus kuliah tepat waktu. Karena itu ketika ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik program Magister di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, Joko menganggap itu sebagai bonus. Ia lulus dengan IPK 3,97.

“Terus terang saya terkejut. Tak pernah menyangka akan mendapat kehormatan seperti ini. Saya memaknai ini sebagai anugerah dari Tuhan, bukan hasil kerja keras saya,” kata Joko Santoso merendah.

Bagi PNS dan staf di Inspektorat Pemkab Magetan ini, meraih kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, memang harus disyukuri. Wujud syukurnya dengan mengikuti perkuliahan sebaik mungkin, dan tak pernah berpikir bahwa di akhir masa studi ia mengukir prestasi yang membanggakan. Baginya yang terpenting dari proses pembelajaran ini adalah keberhasilannya dalam menyerap ilmu akuntansi di jenjang S2.

“Saya sangat bersyukur diberi kesempatan mengenal dan dekat dengan semua dosen dan teman-teman di sini. Bagi saya mereka adalah orang-orang yang hebat,” tambah pria kelahiran Magetan, 21 September 1981 ini.

Dua tahun menempuh studi di UNAIR akan diingatnya sebagai masa ia menimba banyak pengalaman berharga. Meskipun tak selalu mulus, kendala yang ia hadapi selama studi dianggapnya sebagai bagian dari dinamika dan konsekuensi.

“Saya berterima kasih kepada keluarga, dosen pembimbing, dan teman-teman atas segala dukungan yang diberikan sehingga bisa menghadapi kendala tersebut,” kata Joko Santoso. (*)

Merancang Wisudawan Terbaik sejak SMA

KEMUDIAN itu bagi banyak mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga, IPK 3,93 yang notabene mendekati sempurna, merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk didapat. Tetapi Muhammad Yunus Anis, dengan belajar keras ia mampu meraihnya dan dinyatakan sebagai wisudawan terbaik S-1 FST dalam wisuda Maret 2016.

Laki-laki asal Bojonegoro ini lulus dengan skripsi berjudul ”Pembuatan dan Karakterisasi Komposit Sodium Alginat-Karaginan dari Rumput Laut Merah (Euchema Cottoni) Sebagai Material Drug Release”.

Drug Release merupakan salah satu model dari kimia polimer yang dicetak dalam bentuk kapsul. Dalam penelitiannya, Yunus mencoba membandingkan antara kinerja kapsul komersil dengan kapsul hasil sintesis dari komposit Sodium Alginat-Karagian, sebab selama ini banyak kapsul yang dibuat tanpa ada penyesuaian dengan jenis obat dan kebutuhannya.

“Luar biasa dan saya sangat bersyukur atas pencapaian ini, karena menjadi wisudawan terbaik ini memang merupakan salah satu target saya sejak SMA. Saya menyadari bahwa penghargaan ini bukan akhir dari perjuangan saya, karena setelah lulus inilah kehidupan yang sebenarnya” jelas Sarjana Kimia ini.

Yunus dikenal sebagai sosok berprestasi. Banyak prestasi yang telah diukirnya. Misalnya dalam Olimpiade Nasional MIPA (ON MIPA) tahun 2014 dan 2015. Sebelumnya pada tahun 2013 ia dikukuhkan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) FST UNAIR.

Ditanya mengenai resep suksesnya untuk menjadi wisudawan terbaik, Yunus mengatakan bahwa disiplin pada diri sendiri adalah menjadi kuncinya yang utama.

“Selain kegiatan di kampus saya juga mengajar, yaitu mulai jam 16.00 sampai 20.30. Karena itu ya harus benar-benar menanamkan rasa taggungjawab sebagai mahasiswa yakni belajar, agar tidak membiasakan diri dengan sistem kebut semalam,” kata M Yunus. (*)

Penulis : Yeano D. Handika & Disih Sugianti.
Editor : Bedy Santosa & Nuri Hermawan.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu