Berbekal Ketekunan, Muhammad Rusdinal Singkirkan 600 Pesaing di Ajang Lomba Bisnis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ketua BEM FEB UNAIR 2016, Muhammad Rusdinal Muslih Saat Menerima Penghargaan Dari Panitia (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sibuk dengan urusan kuliah dan organisasi bukan menjadi penghalang untuk terus menjalankan hobinya sebagai pelaku bisnis. Hal inilah yang tengah dilakoni oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR 2016, Muhammad Rusdinal Muslih. Di tengah kesibukannya menjadi pucuk pimpinan organisasi mahasiswa di FEB UNAIR, ia tidak menelantarkan hobinya untuk menjajal beragam bisnis. Sejak awal kuliah, mahasiswa yang kerap disapa Rusdi ini telah menjajal beragam usaha, meski kerap gagal dan rugi ia senantiasa terus berupaya mengambil pelajaran berharga dari proses belajarnya tersebut.

Berbekal pengalaman jatuh bangun dalam menjalankan roda bisnis di tengah kuliah, Rusdi akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti tantangan dari Cleo. Perusahaan produk air minum dalam kemasan ini membuka tantangan bagi seluruh mahasiswa yang ada di Jawa Timur untuk mengikuti kompetisi yang melibatkan beberapa kriteria.

“Dalam kompetisi tersebut ada tujuh tantangan yang harus saya jalani agar bisa meraih hadiah utama,” ujarnya.

Mahasiswa kelahiran 20 Januari 1995 tersebut menjelaskan, tujuh tantangan yang harus dihadapi  meliputi beberapa kriteria penilaian, mulai dari cara menjual produk, keaktifan dalam kepanitian di kampus, nilai UAS, IPK, dan beragam proposal kegiatan yang disetujui oleh perusahaan juga tidak luput dari penilaian.

“Jadi selain tantangan menjual produk, kegiatan di kampus juga masuk dalam kategori, tiap kategori ada poin nilainya, mulai 5 hingga 15 poin, baru nanti diakumulasikan jadi satu dan jika bisa mencapai target baru dinyatakan menang,” jelasnya.

Mahasiswa Akuntansi tersebut juga menambahkan bahwa untuk mendapatkan hadiah utama senilai 5 juta rupiah, peserta harus mampu mengumpulkan 350 poin.

“Alhamdulillah, dari 600 mahasiswa yang mengikuti tantangan tersebut, saya bisa meraih 350 poin,” imbuhnya.

Ditanya mengenai kiat untuk bisa menjadi satu-satunya peserta yang mampu menembus poin yang ditargetkan, Rusdi menuturkan bahwa perlunya sebuah tekad yang kuat dan strategi yang matang, baik dalam proses menjual produk atau kegiatan-kegiatan kampus yang masuk dalam penilaian. Ia juga menambahkan bahwa banyak pelajaran yang didapat dari kegiatan yang berlangsung selama lebih dari empat bulan tersebut.

“Di sini saya benar-benar belajar bagaimana menghadapi orang, karena terjun di lapangan ya saya belajar bertemu beragam orang, sembari kuliah memang agak kualahan, apalagi saat itu juga mendapat amanah menjadi ketua BEM,” imbuhnya.

Meski terlihat sepele, ia mengakui bahwa banyak kesulitan yang dihadapi selama proses berlangsung. Namun baginya pelajaran berharga seperti mempraktikan secara langsung ilmu yang didapat di kampus menjadi kepuasan tersendiri.

“Secara praktik benar-benar menerapkan ilmu di kampus, mulai cara komunikasi, akuntansi penghitungan, mengatur strategi pasar, dan harus bisa bermain harga, serta yang terpenting bagaimana menghargai orang lain,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu