Wakil Rektor IV UNAIR Junaedi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., Apt., saat memberikan sambutan pada konferensi internasional bertajuk ‘The 7th International Nursing Conference: Global Nursing Challenge in Free Trade Area’, di Aula Garuda Mukti, Kampus C, UNAIR (Foto: Binti Q. Masruroh)

UNAIR NEWS - Para pengajar Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga bekerjasama dengan 14 institusi pendidikan keperawatan seluruh Indonesia menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk ‘The 7th International Nursing Conference: Global Nursing Challenge in Free Trade Area’. Seminar yang dilaksanakan di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR, pada Jumat (8/4) tersebut diikuti oleh 325 peserta yang terdiri dari mahasiswa jenjang S-1 hingga S-3, dosen, dan para perawat klinis.

Dalam sambutannya, Dekan FKp UNAIR Prof. Nursalam, S.Kp., M.Nurs, menjelaskan bahwa perawat adalah salah satu profesi tenaga medis yang terkena dampak perdagangan global, termasuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mencetak lulusan keperawatan yang berdaya saing global.

“Perguruan tinggi melakukan riset dan menghasilkan berbagai publikasi internasional yang berdampak pada pemeringkatan kampus kelas dunia. Perguruan tinggi dengan iklim riset yang memadai mampu menghasilkan perawat yang berkualitas, sehingga pelayanan publik di bidang kesehatan bisa terus meningkat,” tutur Prof. Nursalam.

Wakil Rektor IV UNAIR Junaedi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., Apt., mewakil Rektor UNAIR berharap agar konferensi internasional bisa lebih acap dilaksanakan.

“Saya berharap agar kolaborasi penelitian, seminar, dan konferensi internasional semacam ini bisa lebih sering dilaksanakan. Dengan kegiatan semacam ini, kita bisa mewujudkan masyarakat global yang sehat sesegera mungkin,” tutur Wakil Rektor IV UNAIR.

Pada konferensi internasional kali ini, sebanyak empat sesi diskusi panel dilaksanakan, yakni pada Jumat dan Sabtu (8 – 9 April 2016). Konferensi diikuti oleh 325 peserta yang terdiri dari 115 tim dan individu pemakalah lisan, serta 72 peserta lomba poster. Dari seluruh makalah yang dipresentasikan, akan dipilih lima makalah terbaik untuk diterbitkan di jurnal ‘Ners’ milik FKp UNAIR.

BACA JUGA:  Hadapi MEA, FKp UNAIR Perkuat Kompetensi Perawat

Sejumlah riset yang akan dipresentasikan dalam panel diskusi tersebut antara lain berjudul “Effectiveness of Lavender Aromatherapy on Axiety Level: A Literature Review” yang ditulis oleh mahasiswa jenjang S-2 FKp UNAIR, dan “Application Relations Professional Nursing Care Model (FGM) Tim with Hospital Patient Satisfaction in Jombang” yang ditulis oleh mahasiswa S-1 asal Universitas Darul Ulum Jombang.

Ke-14 institusi pendidikan yang hadir dalam konferensi internasional itu antara lain berasal dari delegasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Politeknik Kesehatan – Kemenkes Surabaya, Politeknik Kesehatan – Kemenkes Malang, Universitas Darul Ulum Jombang, STIKES Ngudia Husada Madura, dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

Pada salah satu sesi diskusi, pembicara asal JICA menyampaikan hasil risetnya berjudul ‘Advanced Nursing Practice in The Global Nursing’. Ikuko mengatakan bahwa konsep global nursing sudah mengemuka sejak tahun 1990. Meski demikian, tidak ada penjelasan khusus mengenai konsep global nursing.

“Saya pernah tinggal dan bekerja di tiga negara di Afrika, seperti Malawi, Kenya, dan Burundi. Mereka sama seperti di Indonesia, saya telah menghadapi situasi global nursing. Oleh karena itu, saya ingin memberikan pandangan saya untuk bidang penelitian yang berkembang dengan pesat ini,” tutur Ketua Penasihat JICA.

Konferensi internasional kali ini dihadiri pula oleh pembicara Kristen Graham, RN, RM, MNg, MPH&TM, MPEd&Tr, GDipMid, GdipHSc asal Universitas Flinders – Australia, SEKI Ikuko MPH, R.N, R.M.W, P.H.N., asal Japan International Cooperation Agency (JICA), dan Madiha Mukhtar, RN, MScN, BScN, RM asal Institut Penelitian dan Rumah Sakit Ibn-e-Seina Pakistan. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.
Editor    : Binti Q. Masruroh