Teliti Korban KDRT, Dwika Jadi Wisudawan Terbaik Fakultas Psikologi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
I Dewa Ayu Dwika Puspita Dewi ketika di dekan kampus Fak. Psikologi (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Maraknya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berdampak buruk pada kondisi psikologis anggota keluarga, rupanya menarik perhatian I Dewa Ayu Dwika Puspita Dewi untuk melakukan penelitian lebih jauh.

Hasil penelitian itu kemudian ditulis menjadi skripsinya yang berjudul “Dinamika Forgiveness pada Istri yang Mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga”. Skripsi itulah yang turut mengantarkan Dwika menjadi wisudawan terbaik jenjang S-1 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga dengan perolehan IPK 3.72.

”Subjek saya merupakan korban KDRT yang masih bertahan dalam perkawinan. Namun ketika saya mendatangi beberapa yayasan, mereka memberikan saran agar saya mengubah subjek penelitian, yaitu korban KDRT yang sudah bercerai. Pertimbangannya, orang yang mengalami KDRT dan bertahan dalam perkawinan, itu akan sulit ditemui, karena faktor suami yang masih mendominasi istri dan membatasi ruang gerak istri. Berbeda dengan korban yang sudah bercerai,” kata dara kelahiran Gianyar, 11 Juli 1994 ini.

Setelah melalui berbagai kendala, perempuan penggemar berorganisasi dan berdebat ini akhirnya mendapatkan akses untuk berkenalan dengan orang-orang yang dipilihnya sebagai subjek. Ini pun berkat bantuan temannya. Awalnya subjek yang dipilih enggan bercerita. Juga menolak karena takut pada suami. Namun Dwika berhasil meyakinkan subjek lain sehingga bersedia membantu menyelesaikan penelitiannya.

Gadis yang berencana mengajar di Rumah Pintar Matahari ini mengaku senang mendapatkan dukungan dari keluarga, kekasih, dan teman-teman yang menyemangatinya di saat ia mengalami fase membosankan. Ia jadikan orangtuanya sebagai tempat curahan hati. Bahkan adik dan kakaknya pun turut andil mengingatkan dan membantunya ketika menuju presentasi.

“Belajarlah dengan antusiasme dan terus berusaha. Semua hal pasti memungkinkan terjadi, termasuk untuk mencapai harapan yang teman-teman inginkan. Teruslah belajar untuk mengembangkan diri dan nikmatilah prosesnya,” tutur Dwika ketika ditanya tentang pesan apa yang bisa disampaikan kepada mahasiswa adik kelasnya. (*)

Penulis : Lovita Marta Fabella
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu