drh. Martia Rani, Mahasiswi Bidikmisi yang Lulus dengan Predikat Cumlaude

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dekan FKH UNAIR, Prof. Dr. Pudji Srianto, M.Kes., Ph.D., Saat Mengalungkan Medali kepada drh. Martia Rani Tacharina. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – “Dulu waktu SMA saya tidak membayangkan bisa jadi mahasiswa, kayaknya menjadi mahasiswa itu mimpi, namun alhamdulillah melalui bidikmisi saya bisa menyelesaikan studi hingga menjadi dokter hewan,” begitulah pernyataan drh. Martia Rani Tacharina, sembari menahan tangis haru, dokter hewan yang baru saja dilantik dan diambil sumpah pada Kamis (31/3), lulus dengan meraih predikat cumlaude.

Selain meraih IPK sempurna 4.0, perempuan kelahiran Tuban, 1 Maret 1993 tersebut sangat berterima kasih kepada pihak yang selama ini mendukung langakahnya dalam menempuh studi. Sempat menyelesaikan pendidikan SMA di kota Blitar dan harus jauh dari orang tuanya yang bekerja sebagai tukang bengkel di Tuban, mengajarkannya untuk semakin mensyukuri nikmat Tuhan yang luar biasa.

“Yang pasti syukur saya kepada Tuhan itu yang pertama dan kepada orang tua saya yang telah mendukung, serta kepada rakyat Indonesia, tanpa mereka semua saya bukan siapa-siapa,” ujarnya.

Ditanyai perihal trik suksesnya, mahasiswa yang sempat meraih gelar wisudawan berprestasi saat menyelasaikan studi S1 tersebut mengungkapkan, bahwa dalam menempuh pendidikan profesi ia selalu menerapkan prinsip membagi ilmu pengetahuan, hal ini dilakukan dengan menjadi tutor bagi adik-adik angakatan.

“Saya suka membagikan pengetahuan saya dengan mengajar kepada adik-adik angkatan, dengan demikian saya semakin tambah memahami ilmu yang saya ajarkan, jadi bisa bermanfaat bagi mereka dan saya pribadi,” imbuhnya.

Perihal manajemen waktu kuliah dan kesibukannya selama menempuh pendidikan profesi, ia mengaku tidak begitu kesulitan. Hal tersebut didasari dengan rasa senangnya terhadap dunia penelitian, bahkan hasil penelitiannya sempat dipublikasikan dan dipresentasikan di Belanda.

“Saya memang sangat menyenangi dunia penelitian, bahkan melalui penelitian juga saya pernah sempat di undang ke Belanda,” imbuhnya.

Ditanyai langkahnya ke depan, dokter hewan yang sangat menyukai dunia penelitian ini kelak ingin jadi dosen.

“Saya suka mengajar, saya juga jadi asisten dosen untuk mengajari adik-adik tingkat, jadi saya cenderung ke depan ingin terjun ke dunia pendidikan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu