Sinergi Antar Fakultas Mewujudkan Upaya Internasionalisasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Deputi International Office and Partnership (IOP) UNAIR Margaretha, S.Psi., P.G.Dip.Psych., M.Sc ketika memberikan materi mengenai internasionalisasi UNAIR, Selasa (29/3) (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Dalam upaya mencapai 500 besar universitas terbaik di dunia sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Kemenristekdikti kepada UNAIR, seluruh sivitas akademika UNAIR terus berbenah diri. Internasionalisasi yang merupakan aspek penting bagi sebuah universitas berkelas dunia pun menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Untuk memperkuat sinergisitas fakultas di lingkungan UNAIR dalam mendukung upaya internasionalisasi tersebut, Direktorat Pendidikan mengadakan ‘Workshop Pemetaan dan Penguatan Internasionalisasi Pendidikan’ yang dilangsungkan selama tiga hari, 28-30 Maret, di Ruang Sidang Pleno lt. 3, Kantor Manajemen UNAIR. Melalui acara ini diharapkan potensi-potensi internasionalisasi yang dimiliki oleh setiap fakultas yang ada di UNAIR bisa terus digali.

“Untuk internasionalisasi, UNAIR ini sebenarnya punya potensi besar. Namun selama ini memang belum digarap secara baik,” ujar Jani Punawanty, SH., SS., LLM, Koordinator Tim Program Pendidikan Internasional Direktorat Pendidikan kepada UNAIR NEWS di sela-sela acara, Selasa (29/3).

Fakultas-fakultas yang ada di UNAIR, lanjut Jani, punya berbagai hal yang bisa ‘dijual’ ke dunia internasional, namun belum mampu mengemas hal tersebut sehingga mampu menarik mahasiswa asing untuk studi di UNAIR.

“Kita butuh setidaknya 200-500 mahasiswa asing sebagai bagian dari upaya mendorong UNAIR masuk 500 besar dunia. Untuk itu kita juga harus perbaiki konten program yang kita tawarkan,” lanjut alumnus Temple University, Amerika Serikat ini.

Ke depan, upaya menarik mahasiswa asing untuk belajar di UNAIR akan terus dilakukan. Program untuk mahasiswa asing yang bersifat credit earning dan credit transfer seperti kelas internasional Amerta akan terus diperkuat sehingga bisa menjadi embrio program academic degree di tahun-tahun mendatang.

Tidak hanya mahasiswa, upaya internasionalisasi UNAIR juga meliputi usaha merekrut staf pengajar dan peneliti asing.

“Professor yang dalam sabbatical leave itu potensial jadi inbound kita. Kita juga akan tawarkan para PhD freshgraduate asing untuk mendapatkan pengalaman mengajar di UNAIR,” tambahnya.

Terkait respon fakultas mengenai wacana internasionalisasi ini, Jani mengakui bahwa fakultas-fakultas di UNAIR memang belum berlari satu irama.

“Ada fakultas yang larinya sangat kencang. Namun memang ada yang masih perlu untuk diarahkan,” tandasnya.

Melalui workshop ini, menurut Jani, Direktorat Pendidikan berusaha mencari rumusan bagaimana upaya memperkuat sinergisitas antar fakultas sehingga bisa sama-sama berlari kencang untuk kemajuan UNAIR.

“Kemarin sudah kita dapat salah satu terobosan, ada wacana sharing potensi. Fakultas yang sudah punya nama kuat di negara lain, bisa turut mempromosikan fakultas lainnya di negara tersebut,” ujar pengajar di Departemen Hukum Internasional FH UNAIR ini. Jika hal tersebut bisa dilaksanakan secara konsisten, Jani meyakini bahwa upaya internasionalisasi UNAIR akan bisa semakin cepat. (*)

Penulis : Yeano Andhika

Berita Terkait

Alifian Sukma

Alifian Sukma

Fotografer UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu