Sebarkan Viruskenner, Pelajar SMAN 16 Belajar Virologi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana penyuluhan yang dilakukan oleh kelompok Viroscience Laboratory, Erasmus MC, Rotterdam, Belanda (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Pepatah berbunyi ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’ merupakan nasihat agar seluruh elemen mengedepankan gerakan preventif untuk menekan angka kejadian suatu penyakit. Prinsip itu pula yang mendasari sebuah kelompok asal Universitas Erasmus MC bernama Viruskenner untuk gencar menyosialisasikan pentingnya upaya preventif, khususnya pada kalangan generasi muda.

Viruskenner tak lain adalah nama sebuah program penyuluhan yang diinisiasi oleh kelompok Viroscience Laboratory, Erasmus MC, Rotterdam, Belanda. Program ini telah didirikan empat tahun yang lalu di Belanda, dan kini sudah menyebar ke Suriname dan Indonesia. Program  ini didirikan dengan tujuan untuk menguatkan esensi gerakan preventif dalam melawan berbagai jenis penyakit yang disebabkan virus.

Program Viruskenner menyasar generasi muda dari kalangan pelajar menengah atas. Harapannya, semakin dini pelajar memiliki pengetahuan seputar penyakit akibat virus, semakin cepat mereka mengenali dan mewaspadai.

Di Surabaya, tim Viruskenner berkolaborasi dengan sejumlah pakar Divisi Tropik dan Infeksi, Departemen Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo – Fakultas Kedokteran UNAIR. Pada tahun ini, mereka menggelar kegiatan penyuluhan ke SMAN 16 Surabaya. Tim Viruskenner yang dimotori oleh Wesley de Jong, Laura Doormekam, Purwati, dr., Dr., Sp.PD, dan Musofa Rusli, dr., Sp.PD memperkenalkan tentang ilmu dasar virologi di hadapan pelajar kelas X, Rabu (23/3).

Acara penyuluhan itu dikemas sederhana selayaknya kuliah singkat. Pelajar SMA itu diperkenalkan tentang apa dan bagaimana pencegahan penyakit yang diakibatkan oleh virus. Selain itu juga dibagikan kuesinoner berisi pertanyaan umum untuk mengasah ulang seberapa dalam pemahaman dan pengetahun  peserta.

Selanjutnya, para siswa dikelompokkan menjadi beberapa tim kecil. Setiap tim akan ditugaskan untuk mempelajari satu jenis virus, bisa itu influenza, Hanta Virus,  leptosirosis, HIV Aids, Hepatitis, dsb. Kemudian masing-masing tim ditugaskan untuk mengaplikasikan pemahaman mereka ke dalam bentuk video maupun poster. Nantinya karya mereka akan dikompetisikan dan di pertontonkan pada kunjungan kedua Tim Viruskenner pada bulan Juni 2016 mendatang. (*)

Penulis: Sefya Hayu I.
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu