Tim asesor BAN-PT tengah meninjau langsung laporan perkembangan prodi HI UNAIR. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Program Studi (prodi) Hubungan Internasional (HI) memiliki langkah tersendiri dalam mempersiapkan diri ketika tim asesor Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT) hadir untuk melihat perkembangan prodi pada Senin (21/3) lalu. Prodi yang sudah terakreditasi A sebelumnya ini, telah mempersiapkan dokumen penting sejak tahun lalu, baik dari sistem kuliah, aktifitas mahasiswa dan kiprah alumni.

“HI telah mempersiapkan akreditasi sejak satu tahun yang lalu, mulai dokumen penting dan dokumen pendukung mengenai aktifitas mahasiswa untuk lima tahun terakhir dan aktifitas dosen untuk tiga tahun terakhir,” ungkap M. Muttaqien, Ph.D, kepala prodi HI UNAIR.

Dosen, mahasiswa, alumni, mitra kerja HI, dihadirkan dalam akreditasi, hal ini bertujuan untuk memberikan bukti fisik kepada tim asesor mengenai prodi HI UNAIR. Para mahasiswa hadir untuk memberikan keterangan mengenai sistem dan kurikulum prodi, sedangkan para alumni dan mitra kerja hadir untuk memberikan keterangan mengenai kiprah dan kualitas alumni di dunia kerja.  Setidaknya terdapat ada tiga kualifikasi penting dalam setiap momen akreditasi. Pertama, akreditasi menjadi bahan dasar pertimbangan bagi mahasiswa dan lulusan khususnya dalam memasuki dunia kerja. Kedua, menjadi dasar untuk memperoleh beasiswa dari lembaga tertentu. Ketiga, akreditasi menjadi bagian dari evaluasi program studi tertentu, untuk membenahi apa yang perlu dibenahi dan untuk menyempurnakan apa yang perlu disempurnakan.

“Manfaat akreditasi sebenarnya sangat banyak. Bagi mahasiswa, hal ini sangat strategis ketika dibutuhkan dalam persyaratan masuk dunia kerja. Bagi pengguna lulusan, hal ini juga menjadi pertanyaan tersendiri yang akan ditanyakan mengenai akreditasi,” imbuhnya.

Prof. Dr. Mappa Nasrun, MA., dan Prof. Dr. Maswadi Rauf, MA., hadir pada kesempatan tersebut sebagai tim asesor BAN-PT untuk akreditasi Prodi HI. Beliau berdua juga mewakili Kementerian Riset Teknologi (Kemenristek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti).

“Prodi yang telah  terakreditasi A ini dinilai dari perkembangan ketika sudah terakreditasi selain itu perkembangan jumlah dosen yang sudah menempuh studi ke jenjang yang lebih tinggi, dan yang lebih utama juga yakni perkembangan publikasi jurnal,” jelas Prof. Dr. Mappa Nasrun, MA., guru besar Universitas Hassanuddin Makassar.   (*)

Penulis: Ahalla Tsauro
Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone