Bahas Isu Hukum Lingkungan, FH Undang Pakar dari Jepang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Salah satu dosen FH Franky Butarbutar (kiri) selaku moderator, Prof. Naoyuki Sakumoto dan Prof. Dr. Noriko Ookubo saat memberikan materi seputar Environmental Law (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dua orang professor dari Jepang, Prof. Noriko Ookubo dan Prof. Naoyuki Sakumoto, Kamis (24/3) memberikan kuliah umum bertajuk ‘General Lecture on Environmental Law’. Bertempat di Ruang Gondowardojo FH UNAIR, kuliah umum tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan dimoderatori oleh dosen hukum lingkungan FH UNAIR, Franky Butarbutar.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ookubo menjelaskan mengenai perubahan kebijakan hukum Jepang dalam upaya melindungi hak-hak para korban kerusakan lingkungan. Ia juga menjelaskan upaya perbaikan sistem hukum yang telah dilakukan oleh Jepang untuk meminimalisasi terjadinya pencemaran lingkungan.

Langkah yang ditempuh Jepang, menurut professor hukum lingkungan dari Universitas Osaka tersebut, tidak lepas dari tragedi Minamata yang sempat mewabah di tahun 1950-an. Saat itu, warga di Kota Minamata, Prefektur Kumamoto menderita sindrom kelainan fungsi saraf yang disebabkan keracunan akut air raksa. Setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa asal muasal keracunan tersebut karena mereka mengonsumsi banyak makanan laut yang sudah tercemar logam berat yang dihasilkan oleh pabrik batu baterai Chisso.

Prof. Sakumoto yang merupakan perwakilan dari Japan External Trade Organization (JETRO) membahas mengenai upaya preventif kerusakan lingkungan. Menurutnya, negara-negara Asia terutama sangatlah membutuhkan kebijakan lingkungan yang terintegrasi dan komprehensif dalam upaya mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh pencemaran lingkungan. Environmental Impact Assessment (EIA) atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) bisa menjadi alat yang esensial dalam mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.

Menanggapi diadakannya kuliah umum tersebut, Wakil Dekan III FH UNAIR, Dr. Radian Salman menjelaskan bahwa kedatangan dua orang profesor dari Jepang tersebut pada awalnya dalam rangka melakukan penelitian mengenai implementasi UU Pengelolaan Lingkungan di Indonesia. Di FH UNAIR, mereka meminta pendapat para dosen yang merupakan pakar di bidang hukum lingkungan.

“Pak Suparto Wijoyo banyak memberikan masukan bahkan juga memberikan literatur-literatur yang berkaitan kepada mereka,” ujarnya.

Tidak ingin kedatangan dua orang professor tersebut hanya sekadar diskusi antara keduanya dengan dosen FH UNAIR, Prof. Ookubo dan Prof. Sakumoto, lanjut Radian, kemudian juga diminta untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa FH UNAIR yang mengambil kelas hukum lingkungan.

Radian menambahkan bahwa ke depan dua orang profesor tersebut diharapkan dapat melaksanakan joint-research dengan para dosen FH UNAIR.

“Kami juga mengupayakan agar Prof. Sakumoto nantinya juga bisa menjadi visiting professor di FH UNAIR,” pungkasnya. (*)

Editor : Yeano Andhika

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu