Belajar dari Jepang Tentang Edukasi Lingkungan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Miyake Hiroyuki saat menerima souvenir yang diberikan oleh perwakilan FST (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Menyadari bahwa permasalahan lingkungan yang ada dewasa ini begitu kompleks, program studi Ilmu dan Teknologi Lingkungan (ITL) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR terus berupaya membekali para mahasiswanya dengan pengetahuan lingkungan yang komprehensif. Salah satunya adalah dengan mengundang para pakar untuk memberikan pencerahan perihal masalah lingkungan ini.

Senin (21/3), Prof. Miyake Hiroyuki dari Fakultas Hukum, Universitas Kitakyushu Jepang memberikan kuliah tamu bertajuk “Cooperation on Environmental Activity Program in Surabaya”. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hiroyuki memberikan pengetahuan kepada mahasiswa ITL mengenai Education for Sustainable Development (ESD) serta berbagai proyek lingkungan yang telah dilakukan oleh Jepang.

“Masyarakat dapat turut serta melakukan proyek-proyek lingkungan tersebut, dan mereka yang akan merasakan manfaat dari proyek itu sendiri,” ujar pakar hukum lingkungan yang fokus mengenai ESD di Universitas Kitakyushu ini.

Terkait ESD, Prof. Hiroyuki menjelaskan bahwa digencarkannya ESD di Jepang tidak lepas dari banyaknya tragedi lingkungan yang terjadi di Jepang, seperti tragedi Minamata dan Itai-Itai. Tragedi Minamata yang mewabah sejak tahun 1958, secara hukum baru dapat terselesaikan di tahun 2004. Ia menekankan bahwa ESD menjadi penting karena dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Berkenaan dengan langkah-langkah Jepang yang dianggap berhasil dalam mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan, Prof. Hiroyuki sekali lagi menekankan mengenai pentingnya edukasi.

“Mereka diberi pengetahuan bahwa lingkungan harus dijaga kelestariannya secara berkelanjutan. Oleh sebab itu masyarakat secara bersama-sama harus ikut menjaga keberlangsungan kelestarian lingkungan di tempat mereka tinggal,” ujar Prof. Hiroyuki yang dalam kesempatan tersebut juga bicara mengenai kebijakan pengelolaan sampah tersebut.

Terkait dengan kedatangan Prof. Hiroyuki, Wakil Dekan III FST UNAIR Dr. Nanik Siti Aminah mengatakan bahwa ini adalah kali kedua professor dari Kitakyushu datang ke UNAIR.

“Dari universitasnya sudah dua kali datang ke sini. Kemarin orang lingkungan, ini orang hukum lingkungan. Jadi pas sekali karena kami memiliki program studi Ilmu dan Teknologi Lingkungan (ITL),” ujar Nanik. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor : Yeano Andhika

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu