UNAIR Siap Laksanakan Computer Based Test Tahun Ini

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof Dr. Hasnawi Haris, M.Hum. (kanan) selaku peninjau pusat sedang melaksanakan peninjauan di salah satu ruang di Fakultas Kedokteran UNAIR yang akan digunakan untuk melaksanakan ujian SBMPTN dengan metode CBT (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWSComputer Based Test (CBT) akan mulai diterapkan tahun ini, baik untuk Ujian Nasional (UN) maupun Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Kebijakan metode CBT ini dirasa lebih efisien dari segi waktu dan biaya. UNAIR merupakan salah satu perguruan tinggi yang dipercaya pemerintah untuk melaksanakan SBMPTN dengan metode CBT.

Jumat (18/3) tiga panitia pusat pelaksanaan SBMPTN CBT melakukan visitasi ke UNAIR. Tujuan dari visitasi ini adalah memastikan kesiapan UNAIR untuk melaksanakan SBMPTN dengan metode CBT. Peninjauan dilakukan ke tiga fakultas di UNAIR, yaitu Fakultas Keperawatan (FKp), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Seperti yang dijelaskan oleh Djoko Adi Prasetyo, Drs.,MSi., selaku koordinator pelaksanaan ujian SBMPTN CBT UNAIR, UNAIR telah menyiapkan 350 unit komputer, ditambah dengan 60 unit komputer cadangan. 350 unit tersebut terbagi atas tiga fakultas, yaitu FK 200 unit komputer dengan 35 komputer cadangan; FEB 100 unit komputer dengan 20 komputer cadangan; dan FKp 50 unit komputer dengan 5 komputer cadangan.

“Untuk pelaksanaan CBT, sesuai dengan perintah rektor kami telah menyiapkan perangkat komputer yang kita miliki. Disiapkan kurang lebih 350 komputer dan 60 komputer cadangan. Berapa yang akan dipakai, nanti bergantung keputusan pusat. Secara fisik, UNAIR siap untuk melaksanakan ujian SBMPTN dengan metode CBT,” tutur Djoko Adi.

Prof Dr. Hasnawi Haris, M.Hum. selaku peninjau pusat menuturkan, berdasarkan peninjauan yang telah dilakukan di tiga fakultas di UNAIR, UNAIR termasuk perguruan tinggi yang layak untuk melaksanakan SBMPTN metode CBT.

“Kita menganggap tiga tempat yang disediakan oleh UNAIR, baik FKp, FK, dan FEB, UNAIR termasuk yang layak. Namun walau bagaimanapun harus divisit. Nanti pengumuman yang menentukan apakah UNAIR memenuhi syarat dan layak untuk digunakan ujian model CBT,” tutur Prof Hasnawi.

Setelah peninjauan ke berbagai perguruan tinggi selesai dilakukan, akan ada pengumuman untuk memastikan perguruan tinggi mana saja yang berhak menyelenggarakan CBT. Termasuk apakah UNAIR memenuhi syarat untuk melaksanakan CBT tahun ini.

“Setelah peninjauan ini akan ada pengumuman untuk memastikan apakah UNAIR memenuhi syarat untuk melaksanakan CBT tahun ini. Setelah itu akan ada lagi catatan-catatan kecil yang kita buat. Kalau ada yang kurang, akan kita informasikan kepada UNAIR, apa yang harus kita perbaiki terkait dengan kesiapan UNAIR untuk menyelenggarakan CBT,” tutut guru besar dari Universitas Negeri Makassar (UNM) itu. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu