Danielle Tello, Wisudawan UNAIR Asal Kolombia, Ajak Kurangi Kemiskinan dan Ketimpangan Gender

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Danielle Tello Roija. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Diantara 2.292 wisudawan Universitas Airlangga yang dilantik oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak., MCA., periode Maret 2016, Sabtu (19/3) kemarin terdapat lima mahasiswa asing yang turut dilantik. Salah satunya adalah Danielle Tello Roija, asal Kolombia yang telah menyelesaikan studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR) dari penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Dalam prosesi kemarin, Danielle pula yang berpidato untuk mewakili semua wisudawan.

Dalam awal pidatonya, Danielle mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia dan UNAIR karena telah memberinya kesempatan belajar melalui program KNB. Ia menyatakan, tidaklah ringan dalam menjalani studi di UNAIR ini, kendala yang utama adalah dalam hal adaptasi, terutama pada persoalan bahasa.

Selebihnya, Danielle menyampaikan pidatonya dengan materi yang serius. Paling awal ia mengajak kepada kawan-kawan wisudawannya untuk bergerak demi mengentaskan masalah di Indonesia, terutama di bidang kemiskinan dan ketimpangan gender.

“Salah satu tantangan terbesar kita adalah kemiskinan. Di dunia ini ada 805 juta orang yang tak memiliki cukup makanan. Hari ini, pada 19 Maret, pada hari dimana kita diwisuda ini juga terancan 22.000 anak kecil akan meninggal karena kemiskinan,” tutur gadis asal Kolombia itu seraya menyambung dengan masalah ketimpangan gender.

”Saya, Daniele Tello, adalah perempuan yang berisiko lebih tinggi terhadap pemerkosaan atau pun bentuk kekerasan domestik. Risiko bentuk kekerasan itu lebih tinggi dari pada penyakit kanker, kecelakaan mobil, peperangan, dan malaria. Ini adalah tantangan bagi kita semua,” tutur Danielle serius.

Ia juga mengingatkan tentang tantangan global lainnya, seperti pemanasan global, akses terhadap sanitasi dan air bersih, kelaparan, dan lainnya. Karena itu ia juga mengajak semua wisudawan ikut menyelesaikan tantangan global tersebut dengan cara individu masing-masing.

”Saya ingin kita bisa menyadari bahwa kita ini beruntung, termasuk saya. Saya merasa sangat beruntung dapat meraih gelar Master, sementara 62 juta perempuan lainnya di dunia tidak bisa mengenyam pendidikan,” tutur perempuan cantik ini.

Ia juga berharap semua wisudawan ini dapat menggunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki demi membangun masa depan lebih baik. Karena itu adalah cara terbaik untuk menjunjung almamater Universitas Airlangga.

“Inilah komitmen saya. Saya ingin menjadi bagian dari solusi. Kita semua dapat menyelesaikan permasalahan tadi. Kita bisa mengatasi permasalahan itu dari jejak karir yang kita pilih. Kita hanya butuh langkah kecil utuk bergerak. Itulah cara kita untuk membuat hidup kita lebih bermakna,” tutur Danielle.

Danielle tak hanya mengajak para wisudawan untuk berkontribusi bagi negerinya. Ia juga memberikan contoh untuk mengurangi ketimpangan dan kemiskinan. Untuk mengurangi ketimpangan, ia mengimbau “Anda” untuk memberikan gaji yang adil pada seluruh karyawan. Ia juga menyarankan “kita” untuk memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak karyawan. Tetapi ia tidak menjelaskan siapa yang dimaksud dengan “Anda” dan “kita” tersebut.

“Angkat kesejahteraan keluarganya sebagaimana kamu menyejahterakan keluargamu,” pesan Danielle.

Sedangkan cara untuk mengurangi kemiskinan, Danielle meminta teman-temannya untuk mengajarkan berbagai macam pelatihan dan memberikan gaji yang layak kepada para asisten rumah tangga (sopir, pembantu, baby sitter). ”Bantulah mereka untuk lepas dari kemiskinan,” kata Danielle menutup sambutannya. (*)

Penulis: Defrina
Editor: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu