Lewat Workshop, Dorong Eksistensi Pusat Studi Wanita

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Dr. Emy Susanti, MA sedang memberikan materi kepada para dosen dan peneliti pusat studi wanita dalam workshop, Jumat (18-3) (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Pusat Studi Wanita Universitas Airlangga (PSW UNAIR) mengadakan  ‘Workshop Nasional Metode Penelitian Kebijakan Berperspektif Gender dalam Mendukung Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Anak’, 17-18 Maret 2016. Bertempat di Ruang Kahuripan 301 Kantor Manajemen UNAIR, dosen dan peneliti pusat studi wanita dari berbagai daerah di Indonesia ikut serta dalam acara tersebut.

Prof. Dr. Emy Susanti Hendrarso, MA yang merupakan ketua panitia workshop tersebut mengatakan bahwa workshop ini diselenggarakan dalam rangka mendorong para peneliti di pusat studi wanita untuk bisa menghasilkan penelitian yang mampu mendukung kebijakan pemerintah serta dapat dipublikasikan ke dalam jurnal-jurnal internasional. Saat ini menurut catatan Emy, ada sekitar 68 pusat studi wanita yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Ada kebutuhan dari pemerintah untuk menggunakan hasil-hasil penelitian pusat studi wanita sebagai masukan kebijakan. Ke depan, kita harus menghasilkan penelitian yang berguna di dua arah yakni yang menunjang kebijakan dan mampu menembus jurnal-jurnal internasional,” ujar perempuan yang juga Ketua Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak Indonesia ini.

Menurut Emy, workshop yang didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak ini juga berguna untuk meningkatkan kapasitas dari para peneliti di pusat studi wanita yang masih menghadapi banyak tantangan dalam menunjukkan eksistensinya.

“Dari sisi kelembagaan, pusat studi wanita ini menghadapi masalah. Setiap kampus punya kebijakan masing-masing mengenai keberadaan pusat studi wanita ini,” tambah perempuan yang merupakan guru besar sosiologi gender FISIP UNAIR tersebut. Ia mengatakan bahwa eksistensi pusat studi wanita di berbagai kampus secara kelembagaan harus terus diperkuat.

Alumnus Flinders University ini juga berharap, melalui workshop ini PSW UNAIR yang merupakan salah satu pusat studi wanita yang paling awal didirikan dapat berperan lebih dalam memperkuat eksistensi pusat studi wanita yang ada di berbagai daerah.

Stella Thei, salah seorang peserta dari Universitas Mataram mengaku senang dapat mengikuti workshop ini. Menurutnya, penyelenggaraan workshop semacam ini penting di tengah kondisi pasang surutnya pusat studi wanita di berbagai daerah di Indonesia.

“Di sini kita bisa menimba ilmu bersama kawan-kawan dari seluruh Indonesia. Yang jelas, penelitian kita tidak boleh hanya sekadar menjadi inventaris saja namun juga harus bisa membantu mengatasi permasalahan kaum perempuan,” ujarnya. Melalui workshop ini, ia yang merupakan peneliti di pusat studi wanita namun memiliki background ilmu eksakta merasa sangat terbantu. (*)

Penulis : Yeano Andhika

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu