UNAIR Jadi Lokomotif Peningkatan Kualitas SDM Banyuwangi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak dan Abdullah Azwar Anas bersalaman setelah menandatangani perjanjian kerja sama. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak menerima kunjungan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas beserta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Kantor Manajemen UNAIR, Selasa (16/3). Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk terus mengawal dan meningkatkan kualitas UNAIR Banyuwangi ke depannya.

“UNAIR ingin berkontribusi dalam meningkatkan daya saing bangsa. Menjadi tanggung jawab UNAIR untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang memadai,” ujar Prof. Nasih. Menurut guru besar akuntansi FEB UNAIR tersebut, selain memang saat itu merupakan amanat dari Kementerian Pendidikan Nasional (saat ini Kemenristekdikti) pembentukan UNAIR Banyuwangi juga merupakan wujud komitmen UNAIR untuk terus memberikan kebermanfaatan yang lebih besar kepada masyarakat.

Meskipun berstatus sebagai Program di Luar Domisili (PDD), Prof. Nasih menegaskan bahwa kualitas UNAIR Banyuwangi harus sama dengan UNAIR Surabaya. Oleh karena itu menurutnya standarisasi fasilitas seperti lab serta peningkatan kualitas dosen ke depan akan terus diupayakan.

“Kita tidak ingin kualitas program studi yang ada di UNAIR Banyuwangi tidak baik. Kita akan terus penuhi standarisasi seperti rasio mahasiswa dosen, ruang belajar, lab, dan yang lainnya,” tambah pria yang sebelumnya merupakan Wakil Rektor II UNAIR tersebut. Ia juga memuji Pemkab Banyuwangi yang dianggapnya responsif dalam membantu menyiapkan berbagai hal untuk mengembangkan UNAIR Banyuwangi.

Bupati Azwar Anas mengaku siap untuk terus membantu meningkatkan kualitas UNAIR Banyuwangi. Menurutnya, keberadaan UNAIR Banyuwangi merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banyuwangi yang akan diteruskan oleh siapapun yang memimpin Banyuwangi.

“Kehadiran UNAIR telah menjadi lokomotif peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banyuwangi,” ujar Bupati yang baru saja dilantik untuk periode keduanya ini. Menurut Anas, bahkan beberapa waktu lalu ada pimpinan daerah yang juga memiliki PDD yang melakukan studi banding ke Banyuwangi atas rekomendasi Kemenristekdikti. Menurut Kemenristekdikti, kutip Anas, PDD UNAIR Banyuwangi merupakan contoh sukses kerjasama pemda dengan universitas terkait penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Ia pun mengaku senang atas komitmen rektor UNAIR yang menegaskan bahwa kualitas UNAIR Banyuwangi dan UNAIR Surabaya haruslah sama.

“Kami senang bekerjasama dengan UNAIR karena untuk urusan kualitas UNAIR ini tidak bisa ditawar,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anas juga meminta agar UNAIR mulai mempertimbangkan pembukaan program studi baru. Salah satu yang mendesak, menurut Anas adalah program studi pascasarjana untuk para birokrat di lingkungan Pemkab Banyuwangi seperti Magister PSDM dan Kebijakan Publik.

“Kita ingin kehadiran UNAIR ini langsung berdampak pada kualitas para PNS kami,” ujarnya. Menempuh studi di luar Banyuwangi, menurut Anas, seringkali justru mengurangi produktivitas PNS-nya. Oleh sebab itu, ia meminta pimpinan UNAIR untuk mempertimbangkan hal tersebut.

Menanggapi permintaan tersebut, Prof. Nasih menegaskan bahwa pada dasarnya UNAIR senang jika dapat membantu meningkatkan kualitas para birokrat di Banyuwangi. Ia akan berusaha untuk mewujudkan hal tersebut setelah melakukan telaah-telaah yang matang. Menurutnya, pembukaan program studi baru nanti yang jelas tidak boleh menjadi beban bagi kedua belah pihak. (*)

Penulis : Yeano Andhika

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu