Dokter Bedah Plastik UNAIR Lakukan Operasi Le Fort III Advancement Pertama di Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
dr. Indri Lakhsmi Putri Sp.BP-RE (KKF) saat di Rumah Sakit Universitas Airlangga (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Langkah UNAIR untuk menuju kampus 500 dunia semakin nyata, salah satunya dengan adanya kerjasama internasional yang dilakukan dalam segala bidang. Pada kesempatan ini, Fakultas Kedokteran UNAIR melalui dr. Indri Lakhsmi Putri Sp.BP-RE (KKF) akan mengadakan kerjasama dengan dua guru besar Erasmus Medical Center Belanda, Prof. Dr. Irene Margareet Jacqueline Mathijssen, Ph.D., M.D., dan Prof. Dr. Eppo Bonne Woluius, DDS., Ph.D., M.D., untuk melakukan operasi Le fort III Advancement pertama di Indonesia.

“Jadi beliau semua itu adalah guru saya waktu kuliah di Belanda, pada kesempatan ini saya undang untuk menangani kasus-kasus seputar bedah plastik yang belum pernah ditangani di Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, dokter spesialis bedah plastik alumnus Erasmus Medical Center Belanda tersebut juga ditemani beberapa rekannya seperti  Magda Rosaliana Hutagalung, dr., Sp.BP-RE (KKF) dan Lobredia Zarazade, dr., Sp.BP-RE (KKF).

Operasi tersebut rencananya akan dibagi menjadi dua tim dalam dua hari. Hari pertama, Kamis (17/3) akan ditangani oleh Prof. Dr. Irene Margareet Jacqueline Mathijssen, Ph.D., M.D dan Prof. Dr. Eppo Bonne Woluius, DDS., Ph.D., M.D., dr. Indri Lakhsmi Putri Sp.BP-RE (KKF)., Magda Rosaliana Hutagalung, dr., Sp.BP-RE (KKF) dan Lobredia Zarazade, dr., Sp.BP-RE (KKF)., dan tim ortodensi untuk menangani pasien yang bernama Nur Alfia (8).

Selanjutnya hari kedua, Jumat (18/3) akan ditangani oleh Prof. Dr. Irene Margareet Jacqueline Mathijssen, Ph.D., M.D., dr. Indri Lakhsmi Putri Sp.BP-RE (KKF) dan Magda Rosaliana Hutagalung, dr., Sp.BP-RE (KKF) dan Lobredia Zarazade, dr., Sp.BP-RE (KKF)., dan tim bedah saraf.

“Masing-masing operasi tersebut direncanakan akan dimulai dari jam delapan pagi, kemungkinan akan berjalan selama empat jam, ya semoga lancar,” imbuhnya.

Operasi yang akan mencetak sejarah baru bagi dunia kesehatan di Indonesia tersebut, akan dilakukan di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, ditemui di Rumah Sakit UNAIR, dokter kelahiran Surabaya, 11 November 1983 tersebut juga menambahkan bahwa acara tersebut juga akan dibarengi dengan kuliah tamu.

“Jadi selepas operasi berlangsung, kami akan adakan kuliah tamu untuk memperdalam kasus-kasus seperti ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu