Para dosen dan pejabat setempat pada pembukaan praktik profesi keperawatan UNAIR di Kantor Kecamatan Mulyorejo, Surabaya (Foto: UNAIR NEWS)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, para mahasiswa program studi Profesi Pendidikan Ners, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga melakukan pengabdian masyarakat pada warga di wilayah Kecamatan Mulyorejo. Kegiatan pengabdian itu diikuti oleh 55 mahasiswa dan dilakukan selama tujuh minggu.

Para mahasiswa peserta pengabdian masyarakat ini dilepas oleh pimpinan Fakultas Keperawatan yang diwakili oleh Setho Hadisuyatmana, S.Kep., Ns., M.NS, selaku penanggung jawab program profesi Keperawatan Kesehatan Komunitas dan Keluarga FKep UNAIR, pada Senin (7/3). Peserta diterima oleh Camat Mulyorejo, Drs. H. M. Syafik, M.Si, dan Kepala Puskesmas Mulyorejo, dr. Riana Restuti.

“Mereka dilepas ke masyarakat untuk belajar mengenai keperawatan komunitas. Bagaimana mereka menjalankan program promosi kesehatan sebagaimana rekomendasi dari World Health Organization (WHO), yaitu kebijakan publik yang berorientasi pada kesehatan, pemberdayaan individu, pergerakan komunitas, penyediaan lingkungan yang mendukung kesehatan, dan reorientasi dari layanan kesehatan,” tutur Setho.

Selama tujuh minggu ke depan, para mahasiswa akan terjun langsung ke warga di tiga RW di Kecamatan Mulyrejo. Pada minggu-minggu awal, mahasiswa akan melakukan pengkajian awal, observasi lingkungan, dan juga wawancara dengan masyarakat, termasuk tokoh setempat. Mereka juga akan mengadakan mini lokakarya yang digelar bersama dengan masyarakat sekitar. Pada lokakarya tersebut, akan ada dialog antarmahasiswa dengan masyarakat untuk merumuskan dan menguraikan problem secara bersama-sama.

Praktik profesi mahasiswa keperawatan telah rutin dilaksanakan setiap tahun. Pada tahun 2016, praktik profesi ini difokuskan untuk memberantas penyakit yang ada di masyarakat.

“Tahun ini kita mulai fokus ke pengendalian penyakit yang ditularkan melalui hewan perantara, penyakit degeneratif (stroke, diabetes mellitus, dan hipertensi). Namun, ini jugabergantung dari laporan, praktik, serta situasi dan kondisi masyarakat sasaran,” tutur Setho.

Menanggapi kegiatan praktik profesi mahasiswa Keperawatan UNAIR, Camat Mulyorejo berharap agar para mahasiswa bisa membantu program kerja kecamatan, khususnya di bidang kesehatan. Syafik meminta kepada para mahasiswa untuk memberikan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan, pemberantasan sarang nyamuk, diare, kesehatan ibu hamil, perbaikan gizi, dan profesi keperawatan.

Kepala Puskesmas Mulyorejo, Riana, memiliki harapan serupa. Ia berharap agar mahasiswa mampu bekerjasama dengan tim, dan berbaur dengan masyarakat mengentaskan masalah kesehatan yang dihadapi.

Setelah kegiatan praktik profesi berakhir pada minggu ketujuh, laporan praktik mahasiswa akan disampaikan ke Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya. Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mengambil kebijakan selanjutnya di bidang kesehatan masyarakat.

Pada hari Selasa (8/3), sekitar 30 dari 55 mahasiswa profesi Keperawatan UNAIR turut membantu pelaksanaan pekan imunisasi nasional (PIN) Polio di Kecamatan Mulyorejo. Mereka diterjunkan untuk membantu pelaksanaan PIN di seluruh taman kanak-kanak dan posyandu di sekitar Mulyorejo. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone