Antusiasme tampak dari beberapa orang ketika menyaksikan fenomena gerhana matahari (Foto: UNAIR NEWS)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Hari masih gelap. Matahari belum beranjak dari peraduannya. Azan subuh dari Masjid Nuruzzaman pun juga belum dikumandangkan. Segerombolan anak muda nampak sedang berusaha masuk ke Nuruzzaman dari gerbang utama Kampus B. Belum nampak tanda-tanda gerbang utama dari arah Jalan Airlangga tersebut akan dibuka, mereka lantas memutar kendaraannya menuju gerbang samping dari arah Jalan Dharmawangsa. Mereka kemudian berhasil masuk ke Kampus B melewati Fakultas Hukum sebelum akhirnya memarkir kendaraannya bersama puluhan kendaraan lain yang sudah terparkir rapi di samping Nuruzzaman.

Meski masih pagi buta, mereka nampak bersemangat. Wajar, sebab rabu (9/3) memang hari istimewa. Fenomena gerhana matahari yang tidak sering dijumpai akan dapat disaksikan dari beberapa daerah di Indonesia termasuk Surabaya. Meskipun warga Surabaya hanya dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian, antusiasme menyaksikan salah satu tanda kebesaran Tuhan ini tidak lantas berkurang. Di Masjid Nuruzzaman, beberapa anak muda tadi ingin turut merenungkan kebesaran Tuhan. Jamaah Nuruzzaman memang mengadakan kajian keislaman sebelum kemudian menggelar shalat kusuf atau shalat gerhana matahari.

Setelah shalat subuh bersama, para jamaah kemudian mendengarkan kajian yang diisi oleh Ustadz Ali Misbahul Munir. Ustadz Ali mengingatkan jamaah untuk menjadi insan yang senantiasa melakukan tafakkur, tadabbur, dan tadzakkur. Insan yang senantiasa memikirkan, mencermati, dan mengingat tanda-tanda kebesaran Tuhan.

Jamaah yang mulanya hanya terdiri dari beberapa baris jamaah shalat subuh semakin lama semakin bertambah. Aula utama Nuruzzaman pun semakin penuh sesak hingga para jamaah yang baru datang pun kemudian menempati teras-teras masjid. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ali memuji antusiasme para jamaah untuk mengikuti shalat gerhana sebagai  bagian dari semangat mereka dalam menghidupkan sunnah nabi.

“Di akhirat kita tentu ingin dikenali sebagai umat Nabi Muhammad. Barangsiapa yang menghidupkan sunnah-sunnah Nabi, ia kelak akan dikenali oleh Nabi. Shalat gerhana ini adalah bagian dari menghidupkan sunnah itu,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

Menjelang masuk waktu terjadinya gerhana, jumlah jamaah yang hadir justru semakin bertambah. Mahasiswa dan masyarakat umum berkumpul bersama tanpa sekat. Tanpa azan, lafazasshalatu jamiah’ kemudian membangunkan para jamaah dari duduknya untuk turut melaksanakan shalat gerhana bersama.

Dua rakaat, empat ruku’. Shalat gerhana di Nuruzzaman dilaksanakan dengan penuh kekusyukan. Kalam-kalam suci Ilahi yang dibacakan dalam shalat tersebut begitu syahdu hingga membuat beberapa jamaah terisak tak kuasa menahan tangis. Sejenak jiwa mereka dibawa terbang kepada Yang Maha Tinggi. Dua khotbah yang berisi nasihat-nasihat untuk semakin meningkatkan takwa menyempurnakan ritual dalam rangka merenungi kebesaran Tuhan itu.

Usai shalat gerhana, banyak diantara para jamaah kemudian menikmati pagi di teras Nuruzzaman sambil berusaha menyaksikan sisa-sisa gerhana dengan kacamata ND5 yang dibawanya. Beberapa nampak bergantian menggunakan kacamata yang mampu melindungi mata dari bahaya menatap matahari secara langsung tersebut. Ucapan-ucapan yang mengangungkan Tuhan terdengar dari beberapa orang usai menyaksikan fenomena alam langka tersebut.

“Tidak menyangka yang datang akan sebanyak ini,” celetuk Bagus Wilar, mahasiswa FEB UNAIR yang hadir mengikuti shalat gerhana di Nuruzzaman. Ia mengaku senang memiliki kesempatan untuk menyaksikan tanda kebesaran Tuhan tersebut bersama banyak orang di Nuruzzaman.

Gerhana matahari total sendiri diperkiran akan dapat disaksikan kembali di Indonesia pada 20 April 2042 dan 12 September 2053. Namun demikian, wilayah Indonesia juga akan dilintasi oleh gerhana matahari cincin dan total secara bersamaan pada 20 April 2023 dan 25 November 2049. (*)

Penulis : Yeano Andhika

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).