Lindungi Mata dari Gerhana Matahari

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto: Ilustrasi BBC Indonesia

UNAIR NEWS – Antusiasme menyelimuti jutaan orang di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Pasalnya, esok (9/3) sebagaimana diketahui gerhana matahari total maupun sebagian akan melintasi berbagai wilayah tersebut. Fenomena gerhana matahari sendiri terjadi ketika bulan tepat berada di antara bumi dan matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari.

Terkait dengan adanya fenomena alam ini, masyarakat diimbau untuk tidak menatap matahari tanpa menggunakan alat pelindung. Dokter spesialis mata di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR), M. Nurdin Zuhri, dr., Sp.M., RFP, menjelaskan risiko melihat dengan mata telanjang gerhana matahari tersebut.

“Ada dua macam risiko yang akan dialami seseorang (apabila menatap gerhana matahari secara langsung). Pertama, adalah terbakarnya kornea mata. Kedua, adalah terjadinya kerusakan pada makula (pusat penglihatan pada saraf mata),” ujarnya.

Dokter alumni Fakultas Kedokteran UNAIR tersebut juga menambahkan bahwa meskipun saat gerhana matahari terjadi keadaan bumi menjadi gelap, matahari tetap akan memancarkan sinar ultraviolet. Apabila seseorang melihat matahari tanpa mengenakan pelindung mata, sinar ultraviolet tersebut dapat mengakibatkan kornea mata terbakar.

Selain itu, efek sinar biru yang berasal dari cahaya matahari juga mengakibatkan kerusakan pada makula. Lebih lanjut, menurutnya masuknya sinar biru cahaya matahari ke makula tersebut dapat menyebabkan degenerasi pada saraf mata dan mengakibatkan kebutaan.

Untuk itu, dr. Nurdin menyarankan agar masyarakat yang hendak menyaksikan fenomena gerhana matahari esok hari untuk mengenakan kacamata dengan filter ND5 (filter yang bisa mereduksi intensitas cahaya matahari). (*)

Penulis: Defrina Sukma S
Editor: Yeano Andhika

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu